PEKAN PEDULI HEPATITIS B

Pekan ini, tepatnya tanggal 4 hingga 12 September merupakan Pekan Peduli Hepatitis B. Sebuah pekan dimana kita dihimbau untuk bersama-sama membangkitkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit Hepatitis B.

Hepatitis B adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B, suatu virus yang menyerang organ hati dan merupakan salah satu virus yang paling tinggi penularannya di dunia. Diperkirakan sekitar 350-400 juta orang menderita Hepatitis B kronik, yang mengakibatkan tingginya peluang terkena sirosis (pengerasan organ hati), kegagalan hati, dan kanker hati.

Indonesia menjadi negara ke-3 Asia yang penderita hepatitis B kroniknya paling banyak. Berdasarkan tingginya prevalensi infeksi VHB, World Health Organization (WHO) membagi menjadi 3 macam daerah endemis yaitu: tinggi (10-15%), sedang (8%) dan rendah (5%). Sedangkan prevalensi VHB di negara-negara berkembang Indonesia (10%), Malaysia (5,3%), Brunai (6,1%), Thailand (8%-10%), Filipina (3,4%-7%).

Menurut Internasional Task Force on Hepatitis-B Immunization, Indonesia termasuk dalam kelompok endemis sedang dan tinggi hepatitis B, dengan prevalensi di populasi 7% -10%. 

Sekitar 686.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat Hepatitis B kronik. Virus Hepatitis B (VHB) merupakan penyakit infeksi utama dunia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, meskipun saat ini sudah tersedia vaksin yang efektif dalam bentuk pengobatan antivirus. Secara global dari dua milyar orang yang sudah terinfeksi, lebih dari 350 juta jiwa telah terinfeksi VHB kronis yang menyebabkan 1-2 juta jiwa kematian setiap tahun karena kanker hati.

VHB atau Virus Hepatitis B menular  100 kali lebih mudah dibanding virus HIV dan virus ini dapat bertahan hidup selama 1 minggu di luar tubuh.

Penularan hanya terjadi melalui darah atau cairan tubuh dan tidak menular melalui makanan, minuman, kontak fisik semata, maupun ASI.

Virus Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh manusia:

  1. Dari ibu penderita Hepatitis B kepada bayinya.
  2. Berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis B tanpa pengaman (kondom).
  3. Melalui suntikan atau transfusi darah yang telah tercemar dengan VHB.
  4. Virus ini jarang ditemukan di air liur, keringat, dan air mata.
  5. 30% penderita Hepatitis B tidak mengetahui bagaimana atau kapan mereka tertular.

 

 Sumber : hepatitis.roche.co.id, formaziunhas.or.id

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *