Alhamdulillah, kata itu terlontar dari bibir Ibu Denok ketika persalinan selesai

Pekanbaru, (8/10/16). Langit Pekanbaru mulai berwarna jingga, tanda matahari akan segera kembali ke peraduannya. Pasien yang datang ke Klinik RBG pun sudah mulai berkurang. Tak sebanyak pagi tadi.

Tepat pukul 22.30 WIB Ibu Denok Widyastuti datang ke klinik dipapah oleh suaminya, Pak Bejo. Ternyata, Ibu Denok yang tengah hamil tua itu sudah mengalami pembukaan 1 dan akan segera melahirkan. Dokter dan bidanpun segera mempersiapkan ruangan dan peralatan untuk persalinan. Alhamdulillah, persalinan berlangsung lancar selama 4 jam.

Tidak seperti kebanyakan wanita melahirkan yang ditemani oleh suaminya hingga pulang kembali kerumah, Ibu Denok ditemani suaminya hanya sebentar saja. Bukan karena tak sayang kepada anak dan istrinya, tetapi sang suami harus kembali bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Ibu Denok Widyastuti merupakan salah satu member klinik RBG RZ Pekanbaru yang sangat aktif. Ia selalu menghadiri kegiatan pembinaan member yang diadakan setiap pekan. Bahkan saat usia kehamilannya sudah mendekati persalinanpun ia masih semangat mengikuti pembinaan. Padahal, setiap kali hendak menghadiri kegiatan pembinaan di Klinik, wanita berusia 36 tahun itu harus menempuh jarak belasan kilometer.

“Saya terlanjur cinta pada menuntut ilmu.”, ujarnya ketika ditanya alasan apa yang membuat ia terus bersemangat mengikuti pembinaan.

Alhamdulillah, kata itu terlontar dari bibir Ibu Denok ketika persalinan selesai. Tetes keringatnya berganti tangis kebahagiaan. Raut wajah menahan sakit berganti dengan senyuman. Perjuangan Ibu Denok mengingatkan saya pada dialog  seorang santri dengan gurunya

“Tahukah kalian siapa pemegang kunci surga itu nak? Ibumu nak. Ibu yang seperti apa? Ibu yang mendidik anaknya mendekatkan diri kepada Allah. Seorang Ibu bisa berkorban untuk 10 anaknya dan sepuluh anak belum tentu bisa berkorban dan membahagiakan Ibu nya. Seorang ayah bisa berjuang untuk 10 anak nya dan belum tentu sepuluh anak bisa berjuang dan berkorban untuk kebahagian ayah nya. Ingat pesan Ku nak. Apapun pekerjaan yang kau lakukan maka tidak akan berkah jika tidak diridhoi orang tuamu”.

Sebuah dialog yang sangat menyentuh hati, begitu besar perjuanagn seorang ibu saat melahirkan kita kedunia ini, ia rela mempertaruhkan nyawa demi kelahiran buah hatinya dan perjuangan sang ayah yang juga sangat luar biasa dalam mencari nafkah, tidak kenal hujan dan panas demi menghidupi keluarga tercinta.

Kami dari keluarga besar klinik Pratama RBG RZ Cab. Pekanbaru mendoakan semoga Allah menjadikan anak Ibu Denok Widyastuti anak  yang sholeh dan berbakti kepada orangtuanya.

Newsroom : Fitri, CSF Pekanbaru

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *