BAGAIMANA KONDISI PARU-PARU KITA ?

Gambar diatas merupakan perbedaan kondisi paru-paru antara paru-paru normal dan paru-paru penderita COPD. Lalu apa faktor risiko dan penyebab umum COPD ?

Sebagian besar kasus COPD disebabkan oleh menghirup polutan; itu termasuk merokok (rokok, pipa, cerutu, dll), dan asap kendaraan.

Asap, bahan kimia dan debu yang ditemukan di banyak lingkungan kerja merupakan faktor pendukung bagi banyak individu yang mengembangkan COPD.

Genetika juga dapat berperan dalam perkembangan PPOK seseorang – bahkan jika orang tersebut tidak pernah merokok atau pernah terkena iritasi paru-paru di tempat kerja.

Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang tiga faktor risiko utama untuk penyebab COPD:

Merokok

PPOK paling sering terjadi pada orang berusia 40 tahun ke atas yang memiliki riwayat merokok. Sebagian besar individu yang menderita COPD (sekitar 90% di antaranya) merokok.

Faktor lingkungan

PPOK juga dapat terjadi pada mereka yang telah memiliki kontak jangka panjang dengan polutan berbahaya di tempat kerja. Beberapa dari iritan paru berbahaya ini meliputi bahan kimia, debu, atau asap tertentu. Kontak berat atau jangka panjang dengan asap rokok bekas atau iritasi paru-paru lainnya di rumah, seperti bahan bakar masakan organik, juga dapat menyebabkan PPOK.

Faktor genetik

Bahkan jika seseorang tidak pernah merokok atau terpapar polutan untuk jangka waktu lama, mereka masih dapat terkena COPD. Alpha-1 Antitrypsin Deficiency (AATD) adalah faktor risiko genetik yang paling umum terjadi. Tanpa protein Antitripsin Alpha-1, sel darah putih mulai membahayakan paru-paru dan kerusakan paru-paru akan terjadi.

Sumber : National Heart, Lung and Blood Institute

Mari cegah penyakit paru dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melkaukan aktivitas fisik.

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *