Deteksi Dini Filariasis (Kaki Gajah)

Pada tahun 2000, negara-negara anggota WHO termasuk Indonesia, dalam Majelis Kesehatan Sedunia telah menyepakati untuk mengeliminasi Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) agar tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi di tahun 2020. Terkait ini, Indonesia bertekad untuk mewujudkan bebas Penyakit kaki Gajah pada tahun 2020 dengan cara membentuk Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga).

Bulan eliminasi kaki gajah dilaksanakan setiap bulan Oktober yang ditandai dengan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM).  Meski Belkaga sudah terlaksana, Pemerintah tetap berharap peran masyarakat dalam deteksi dini filariasis agar Indonesia Bebas Filariasis 2020 dapat terwujud.

Kenali gejala Filariasis seperti dibawah ini :

  1. Demam.

Gejala kaki gajah pertama yang dapat mendeteksi munculnya penyakit kaki gajah, atau terinfeksinya seseorang dengan cacing filairia adalah demam. Demam ini bertahan kurang lebih 3 – 5 hari berturut-turut. Demam dapat bervariasi, baik itu demam dengan suhu tinggi atau malahan dengan suhu yang sangat tinggi. Biasanya gejala demam yang muncul akan berkurang ketika pasien beristirahat dari aktivitas, dan akan muncul ketika pasien bearktivitas terutama dengan skala yang berat. Hal ini sama seperti gejala penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk misalnya penyakit malaria.

  1. Pembengkakan.

Gelaja berikutnya adalah pasien biasanya akan mengalami pembengkakan pada daerah-daerah tertentu, terutama pada bagian atau daerah lipatan-lipatan tubuh yang terdapat pada bagian kaki dan tangan. Hal ini disebabkan oleh terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening yang disebabkan oleh adanya infeksi dari cacing filarial. Infeksi tersebut akan menyebabkan kelenjar getah bening melakukan pertahanan, yang ditandai oleh adanya pembengkakan tersebut.

  1. Rasa panas, perih sakit dan kemerahan pada ketiak.

Gejala lain yang dapat dirasakan bagi penderita kaki gajah ini adalah munculnya rasa perih dan panas serta sakit pada baian lipatan, terutama ketiak dan lipatan paha. Selain itu, kedua bagian tersebut juga akan mengalami iritasi berupa kulit yang menjadi kemerah-merahan. Gejala ini juga merupakan salah satu efek dari terjadinya pembengkakan dari kelenjar getah bening yang melakukan perlawanan dan pertahanan terhadap infeksi dari cacing filarial yang sudah masuk ke dalam tubuh pasien penderita kaki gajah tersebut.

  1. Terjadi pembengkakan yang menetap pada bagian tubuh tertentu.

Setelah penyakit kaki gajah berubah menjadi kronis dan berada pada tingkatan yang lebih parah dari sebelumnya, maka gejala yang akan muncul adalah pembengkakan yang sifatnya cenderung menetap dan sangat tidak biasa. Hal ini biasa dikenal dengan istilah elephantiasis yang berarti bagian tubuh yang membesar menjadi seperti bagian tubuh dari gajah

Ada beberapa bagian tubuh yang akan mengalami pembesaran dan pembengkakan (elephantiasis) yang tidak normal ketika terjangkit penyakit kaki gajah, yaitu tungkai, lengan, buah dada dan buah zakar.

Bila sahabat sehat menemukan gejala tersebut, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, segera lakukan pemeriksaan untuk penanganan lebih lanjut dan mencegah penularan.

Literatur : Pusdatin Kemenkes RI

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *