DOKTER CILIK SDN 02 SUKOHARJO PELAJARI CARA MENGUKUR STATUS GIZI

Malang, (28/10). Aksi pendampingan program Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah yang dilakukan oleh Rumah Zakat dan Cita Sehat di SDN  Sukoharjo 02 Kota Malang telah memasuki pertemuan ke-2.

Kali ini, Rumah Zakat memberikan materi tentang Antropometri (Status Gizi) yang disampaikan oleh Kak Gita yang membahas secara lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan cara mengetahui dan menjaga status gizi yang ideal bagi tubuh.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang digunakan untuk mengukur status gizi manusia antara lain pengukuran berat dan tinggi badan yang ideal untuk tubuh, serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA) untuk mengetahui indeks massa tubuh masing-masing siswa.

Kemudian dilanjutkan oleh Kak Femilya yang memandu kegiatan  ice breaking agar para kader UKS kembali fresh dan siap menerima materi selanjutnya yang disampaikan oleh dr. Putri mengenai UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

Seperti yang disampaikan dr. Putri untuk menciptakan UKS yang baik dan benar secara umum ada 3 indikator untuk kita dikatakan sehat yaitu secara:

– Fisik (PHBS, sikat gigi teratur, pemberian obat cacing aman, melakukan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan secara berkala),

– Mental (memberikan pendidikan ketrampilan hidup sehat di sekolah)

– Sosial (kawasan tanpa rokok, narkoba, kekerasan; memiliki kader dokter cilik yang cukup, angka ketidakhadiran di sekolah karena sakit yang rendah).

“Alhamdulillah, saya makin bersemangat melihat adek- adek begitu antusias dan juga bersemangat luar biasa mengikuti pembelajaran hari ini, mereka sangat aktif ketika mempraktikkan materi pengukuran status gizi, bahkan mereka begitu tertarik dan ingin segera bertemu kami lagi untuk mempraktikan materi-materi dipertemuan selanjutnya”, ungkap Kak Gita  salah satu perawat sekaligus pemateri dari Program Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah.

Selain diberikan materi, hari ini siswa juga diajak untuk berperan aktif dalam praktek pengukuran status gizi teman-temannya yang didampingi kakak-kakak relawan Rumah Zakat.

“Sangat menyenangkan, aku jadi tau cara ngukur berat badanku yang ideal kak, Jadi makin tau caranya hidup sehat, pengen segera dapat materi baru,  terimakasih kak, cepet datang lagi ya” ungkap Nendra satu dari kader Dokter Kecil yang bersemangat mengomentari pembelajaran hari ini.

Selain penyampaian dan mempraktikkan materi kali ini kami mengadakan battle yel-yel para Dokter Kecil (Dokcil) untuk membakar semangat mereka dan juga ajang pengakraban para dokcil   dengan tim Rumah Zakat selaku pemateri.

 “Saya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan PHBS serta melahirkan kader  DOKCIL yang dapat bertindak sebagai teladan, penggerak, dan pendorong PHBS di sekolah maupun lingkungan sekitarnya.”, pungkas dr. Putri.

Karena kesehatan di sekolah menjadi tanggung jawab semua bagian dari bangunan sekolah tersebut, termasuk bagian terkecilnya.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *