Hari Kesehatan Nasional Menjadi Titik Penanggulangan Masalah Kesehatan Indonesia

12 November menjadi tanggal penting dalam dunia kesehatan masyarakat Indonesia. Setiap tanggal 12 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional. Peringatan tersebut ditetapkan saat Pemerintahan Ir. Soekarno. Saat itu, masyarakat Indonesia sedang mengalami masalah kesehatan yaitu penyakit malaria. Ratusan ribu jiwa tewas akibat penyakit tersebut. Untuk menanganinya, Ir. Soekarno meresmikan Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM). KOPEM bertugas untuk melakukan pembasmian malaria dengan penyemprotan obat DDT secara masal.

Penyemprotan secara simbolis dilakukan oleh Bung Karno pada tanggal 12 November 1959 di desa Kalasan, sekitar 10 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Peristiwa itulah yang kemudian dikenal sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Sejak itu, HKN dijadikan momentum untuk melakukan pendidikan atau  penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

Tema HKN tahun ini adalah Indonesia Cinta Sehat  dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, dan berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek mengatakan bahwa saat ini, Indonesia sedang menghadapi masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular seperti stroke, dan muncul kembali penyakit yang seharusnya sudah teratasi. Untuk menanggulangi masalah diatas, perlu dilakukan usaha promotif dan preventif walaupun pada dasarnya pencegahan penyakit tadi tergantung pada perilaku individu.

Seiring dengan berlangsungnya Program Pembangunan Kesehatan, Pemerintah meluncurkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo  pada tanggal 15 November 2016 di Bantul, Yogyakarta.

Tujuan GERMAS ini agar masyarakat berperilaku sehat agar berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga produktivitas masyarakatpun meningkat.

Dalam sambutannya mengenai HKN ke-25, Menkes juga menyampaikan bahwa meskipun Pemerintahan sudah mengeluarkan berbagai program untuk mencapai kesehatan masyarakat Indonesia, tetapi hal itu tidak akan terwujud bila tidak ada dukungan dari pihak lain terutama individu itu sendiri.

 

Sumber : mengutip sambutan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) pada Hari Kesehatan Nasional 2016

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *