Kampanyekan Makan Sayur & Buah, CSF Gelar Festival Kebun Gizi

Cita Sehat Foundation (CSF) Member of Rumah Zakat (RZ) pada hari kamis (25/9) menggelar Festival Kebun Gizi (FKG). Agenda ini sebagai langkah awal mengampanyekan gerakan makan sayuran bagi masyarakat.

Ajang gelaran festival ini tidak berada di gedung atau ruangan serba mewah. Penyelenggara sengaja memilih lokasi penyelengaraan di tengah masyarakat. Lokasi yang dipilih di Kampung Sayuran Organik RW 37, Kampung Ngemplak Sutan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo

Pada kegiatan ini, hadir Kantor Urusan Ketahanan Pangan sebagai utusan Wakil Walikota Solo, Ibu Kentis Ratnawati. Dalam sambutannya disampaikan, Pemerintah Kota Solo mengapresiasi kegiatan Festival Kebun Gizi ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong perbaikan gizi & PHBS melalui aktivitas pemberdayaan masyarakat, “Ungkap Bu Kentis. Selain itu, Mengonsumsi sayur & buah dari kebun, juga mampu mengurangi porsi pengeluaran biaya beli sayur, “Lanjut Beliau.

Senada disampaikan Bu Kentis, Bapak Sugiman (warga Rt 02 Rw 37) yang memiliki kebun gizi di pekarangannya telah berhasil menghemat hingga 150.000 sebulan. Walau baru memulai pada bulan April lalu, Pak Sugiman telah berhasil panen ketiga kalinya. “Alokasi beli sayur bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya”,ujar beliau.

FKG_Solo2
Pada acara ini, hadir pula dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Kepala Kecamatan Jebres & Kepala Kelurahan Mojosongo. Masyarakat yang datang, diajak langsung melihat proses pemberdayaan Kebun Gizi Mandiri yang dikelola masyarakat. Juga diajak mengetahui pengelolaan kebun gizi yang baik, serta mengenal prinsip menanam yang baik dan manajemen lahan.

Joko Adiyanto, selaku Program Head CSF Solo, Kamis (25/9), mengatakan dalam festival ini juga dilaunching gerakan kampanye ini sebagai awal gerakan “Ayo Makan Sayur dan Buah dari Kebunmu” di Kota Solo. Ditambahkan, nantinya kami akan melakukan roadshow untuk mengampanyekan gerakan ini ke berbagai wilayah di Kota Solo.
Pada kesempatan yang sama, di-launching Pusat Akademi Bergizi. Mengusung konsep wisata edukatif, masyarakat yang akan belajar tentang pengelolaan kebun gizi di Pusat Akademi Bergizi ini juga bisa menikmati sesi jalan-jalan ke kebun gizi mandiri warga & membawa pulang produk-produk yang dihasilkan dari Kampung Sayuran Organik Rw 37.

Kebun Gizi Mandiri, adalah produk pemberdayaan kesehatan masyarakat dalam bidang gizi. Dengan konsep pemanfaatan lahan kurang produktif dan pemberdayaan, masyarakat semakin mandiri dan berdaya untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Memberi dukungan gizi bagi Balita berstatus gizi kurang, meningkatkan pola konsumsi buah dan sayur (PHBS) menjadi motivasi awal. Tahun 2013, Kelompok Kebun Gizi Mandiri Yogyakarta binaan CSF berhasil memperoleh Juara I pada MDG’s Awards 2013 kategori Nutrisi.

“Hal tersebut menjadi momentum bagi kami untuk lebih mengembangkan lagi di wilayah lain. Mimpi Indonesia memiliki generasi sehat dan berkualitas memicu semangat untuk menginspirasi masyarakat lebih luas,” ungkap Mei Sri Widuri, Branch Manager RZ.

Cita sehat foundation NGo yang berfokus dalam mendukung proses peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Indonesia & Program MDG’s 2015, mengajak bersinergi dengan masyarakat, mitra dan seluruh stakeholder pemerintah untuk bergabung dalam rangkaian gerakan Senyum Sehat untuk Indonesia yang lebih baik.

Seperti diketahui, konsumsi sayuran dan buah tiap hari merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dalam Jurnal Epidemiology and Community Health, disebutkan konsumsi sayuran dan buah lima hingga tujuh porsi setiap hari mampu mengurangi risiko kematian hingga 36 persen.

Berdasarkan panduan Word Health Organisation (WHO) pula, disebutkan buah dan sayur terbukti mampu meringankan risiko serius pada sejumlah masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan obesitas.

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *