KARENA MERAWATMU ADALAH BAGIAN DARI MERINGANKAN DUKA MEREKA

Adalah Edi Kurniawan, lelaki kelahiran Way Gelam, 26 Juni 1986 ini merupakan salah satu driver Ambulan Rumah Zakat yang juga dikelola oleh Cita Sehat. Ambulan yang ia kemudikan beroperasi di Kota Bandar Lampung. 14 Agustus lalu merupakan tanggal dimana tepat 3 tahun ia berabung di Rumah Zakat sebagai driver atau petugas Ambulan Gratis.

Selama 3 tahun mengabdi, berbagai kisah suka duka telah ia jalani. Mulai dari pengantaran menuju Kota Yogyakarta yang menghabiskan waktu selama 3 hari hingga mendapat musibah perampokan ketika perjalanan pulang dari pengantaran.

“Tepatnya saya lupa kapan, cuman pada saat itu saya ingat pukul 3 dini hari. Saya baru keluar dari SPBU pertama setelah keluar dari Pelabuhan Merak. Posisi saya sedang menelpon teman di luar mobil lalu tiba-tiba ada orang yang menodong saya dengan pisau. Tepat sekali di leher saya. Dia minta uang. Akhirnya saya keluarkan lah uang yang ada di dompet saat itu 600 ribu,” kenangnya.

Dengan penuh semangat, ia menceritakan kisahnya selama menjalankan amanah menjadi petugas Ambulan. Bagaimana harus sabarnya dalam menangani pasien, bagaimana harus cekatan menangani pasien, juga bagaimana sikap ketika mengantarkan jenzah.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa kegiatan yang paling ia sukai adalah membersihkan mobil Ambulan yang ia berinama Arina (Ambulan Ringankan Duka). Biasanya, pembersihan luar yang tidak telalu kotor ia lakukan sendiri.

“Kalau ngga terlalu kotor sih saya bersihkan sendiri saja. Tapi kalau sehabis pengantaran kena jalanan yang berlumpur atau terkena hujan, biasanya baru saya bawa ke tempat pencucian mobil. Bagian itu juga menjadi favorit saya karena merawat mobil merupakan bagian dari meringankan duka masyarakat yang menggunakan Ambulan nantinya,” demikian ujarnya.

Ketika ditanya apa yang menjadi semangat Edi dalam menjalankan amanah ini, seketika ia diam dengan mata yang berkaca-kaca.

“Kalau ditanya itu saya suka sedih sendiri. Betul ini saya tidak mengada-ada. Yang jadi semangat saya ya itu, Saya kepingin setiap langkah saya itu untuk kebaikan. Baik itu untuk keluarga, saudara orang-orang yang ada di sekitar saya dan juga seluruh umat,” tutur Edi.

Pernyataan Edi tadi tentu menjadi sebuah pelajaran berharga. Bagaimana kita sebagai manusia seharusnya saling membantu dan bermanfaat bagi satu sama lain. Di akhir wawancara, Edi memohon doa bagi yang semua pembaca, agar dia tetap di beri kesehatan dan keistiqomahan dalam mebantu sesama lewat amanah yang ia jalani.

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *