Kebun Gizi untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tetapi, masih saja memiliki ketahanan pangan yang rendah. Tantangan utama yang dihadapi antara lain permasalahan ekonomi, terkikisnya lahan pertanian, minimnya antisipasi perubahan iklim dan pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Salah satu indeks tercukupinya kebutuhan pangan di suatu negara adalah dengan melihat tingkat konsumsi sayur dan buahnya. WHO (World Health Organization) menyebutkan konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia hanya sebesar 34,55 kg/ tahun. Sedangkan standar kecukupan untuk dapat dikatakan sehat menurut FAO (Food and Agriculture Organization) sebesar 91,25 kg/ tahun.

Untuk menangani masalah tersebut, Cita Sehat Foundation bersama RZ menyelenggarakan program Kebun Gizi sebagai upaya mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. Satu lokasi Kebun Gizi didirikan untuk setiap 4 Rukun Tetangga (RT).

Kegiatan yang dilakukan dalam program ini sangat beragam. Mulai dari penanaman bibit yang telah diberikan serta perawatan tanaman hingga panen. Hasil panen kebun gizi diberikan kembali kepada warga. Tanaman yang ditanam merupakan sayuran dan buah-buahan. Rata-rata di setiap daerah terdapat 25 jenis sayuran.

Setiap bulan Tim CSF di setiap cabang akan menyelenggarakan program yang berbeda-beda. Misalnya, pembinaan kader, penyuluhan atau penambahan bibit tanaman. Saat ini bahkan program Kebun Gizi sudah ditambah dengan program perikanan (tambak ikan) dan pengelolaan kompos.

Diharapkan dengan adanya program Kebun Gizi ini dapat membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.

Newsroom : Nurul Rahayu

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *