Kelas EdukASI Klinik RBG RZ Medan, Ajak Masyarakat untuk Peduli ASI

Medan (7/8). “Masih teringat jelas ketika Saya dan tim Klinik RBG RZ Medan melakukan program penyuluhan kesehatan keliling di wilayah binaan Kecamatan Medan Selayang dan Medan Sunggal, dengan didampingi oleh kader Posyandu dan Bidan dari Puskesmas. Saat itu kami mengambil data dari 20 ibu hamil.  75% diantaranya tidak memberikan ASI kepada bayinya.”, ujar dr. Fitria Ramadhani S. Pane, Manajer Klinik RBG RZ Medan.

Dalam upaya mengkampanyekan ASI, Klinik RBG RZ Medan memberikan layanan yang terus disempurnakan. Pengetahuan yang kurang sering menjadi kendala bagi ibu menyusui, sehingga akhirnya memutuskan tidak memberikan ASI bagi bayinya. Banyak ibu menyusui dengan tingkat ekonomi rendah beranggapan bahwa lebih baik waktunya digunakan untuk membantu perekonomian keluarga dengan bekerja daripada untuk menyusui, anak bisa dititipkan ke orang lain dan diberi susu formula. Padahal kenyataannya biaya yang digunakan untuk membeli susu formula lebih banyak dari gaji yang diperoleh. Untuk menutupinya, ibu memberikan makanan padat kepada bayi setelah usia bayi 1 bulan. Padahal ini sangat berbahaya untuk usus bayi.

Bersama konselor laktasi dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Sumatera Utara, Klinik RBG RZ Medan membuka kelas “EdukASI” tentang kehamilan hingga pemberian ASI. Peserta yang berasal dari member klinik ini mendapat pengetahuan mulai dari proses awal kehamilan, cara kerja organ-organ yang memproduksi dan menyalurkan ASI, fakta dan mitos seputar ASI, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), penyulit ASI, gizi untuk ibu menyusui, hingga menyapih dengan cinta. Lengkap diberikan kepada ibu hamil, dengan harapan dengan pengetahuan ini maka ibu hamil lebih siap menjalani proses kelahiran bayi dan proses menyusui bayi.

Kelas “EdukASI” ini juga memiliki Kelompok Pendukung ASI (KP ASI). Anggota kelompok ini berasal dari ibu-ibu yang telah lulus kelas “EdukASI”. Gelar S1 diberikan saat wisuda ASI untuk bayi yang mendapat ASI ekskusif selama 6 bulan, dilanjutkan ASI sampai 1 tahun dan (Makanan Pendamping ASI) MP ASI (gelar S2). Bagi yang melanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun dan MPASI akan mendapat gelar S3. Ibu-ibu  yang anaknya telah diwisuda bergabung membentuk Kelompok Pendukung AS (KP ASI). Ibu-ibu inilah yang disebut KASI (Kader ASI).

KASI melakukan sosialisasi ASI ini secara personal kepada pasien di klinik dan Posyandu di wilayah binaan. Ibu-ibu yang menjadi peserta ini disebut dengan SASI (Sahabat ASI). KASI mengingatkan kepada SASI untuk rutin mengikuti kelas EdukASI, kontrol kehamilan di klinik, dan memberi dukungan kepada SASI yang telah melahirkan agar dapat memberi ASI kepada bayinya hingga 2 tahun. KASI bersama tim Klinik RBG RZ Medan juga mengadakan USG keliling dan edukasi kepada masyarakat di wilayah binaan.

Upaya pendampingan kepada ibu hamil melalui ANC (Antenatal Care) hingga home visite ibu pasca melahirkan juga dilaksanakan agar ibu-ibu semakin termotivasi untuk memberikan ASI kepada anaknya. Para KASI juga memberikan penyuluhan kepada keluarga dan umum agar nantinya mereka juga mendukung ibu-ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya hingga usia 2 tahun.

Newsroom: dr. Fitria Ramadhani S.Pane (Manajer Klinik RBG RZ Medan)

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *