LONG TERM CARE IN THE COMMUNITY (Active Aging Consortium Asia Pacific Bulletin Jan-Feb)

LONG TERM CARE IN THE COMMUNITY

Practices Developing Country, Indonesia

by Dwi Endah

Program Director Cita Sehat Foundation

(Active Aging Consortium Asia Pacific Bulletin Jan-Feb)

 

By 2020, about 11% of Indonesia’s population will be elderly…this is 28.8 million people! Research has found that the level of disability is also high, with about 70% of older adults having light disability. In developing country such as Indonesia, providing home and community LTC can help keep older persons at home. This can help greatly to improve their situation, and it is what most want.

The purpose of our Long Term Care (LTC) in the Community program is to promote independence for the elderly by helping families learn to care for them at home. Supporting an older person at home generally costs less than keeping them in a nursing home.

It is assumed however, that fewer children and grandchildren will be available to care for the elderly. Thus, we are want to train family caregivers, but we also want to explore the demand for and barriers to living at home with a broad range of support services.

First we need to raise the knowledge, insight, and awareness of community and religious leaders. The trainees are caregivers of the eldelry, like spouses, children, or neighbors. A total of 20 hours of training over 5 months is provided. After training, participants should be able to perform effective communication, understand the aging process and its clinical implications, assist with Activities Daily Living, and explain the domains of Geriatric Assessment. We will measure changes in knowledge with Pre and Post Tests.

Care giver training in the community has been implemented in 13 provinces in Indonesia. Challenges include diversity of caregiver education levels and their understanding of health care. However, the demand of LTC service in the community is growing, and this training is highly needed.

 

PERAWATAN JANGKA PANJANG DI LINGKUP KOMUNITAS (Active Aging Consortium Asia Pacific Bulletin Jan-Feb)

WILAYAH NEGARA BERKEMBANG, INDONESIA

Oleh  Dwi Endah, MPH

Senior Manager Cita Sehat Foundation

Pada tahun 2020, 11 % populasi Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 28,8 juta orang merupakan lansia. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat disabilitas pada lansia juga turut meningkat. Sekitar 70 % lansia menderita kecacatan ringan. Di negara berkembang seperti Indonesia, penyediaan tempat tinggal serta komunitas perawatan jangka panjang atau Long Term Care (LTC) merupakan salah satu cara dalam merawat lansia di lingkungannya. Hal tersebut merupakan cara yang paling dipilih dalam membantu situasi keluarga lansia.

Tujuan perawatan jangka panjang di lingkup komunitas adalah untuk mewujudkan kemerdekaan lansia dengan cara membantu anggota keluarga untuk dapat memahami dan lebih peduli terhadap lansia di tempat tinggal mereka.  Karena pada umumnya, perawatan lansia di tempat tinggal mereka tidak memakan banyak biaya dibandingkan menitipkan lansia di panti wreda.

LTC menjadi pilihan karena bagaimanapun juga anggota keluarga lansia akan lebih bersedia untuk merawat lansia dengan sepenuh hati. Itulah sebabnya kami ingin melatih para anggota lansia yang menjadi care giver (perawat lansia) serta membantu mengatasi kesulitan perawatan lansia dirumah dengan berbagai pelayanan yang mendukung.

Pertama, kita harus meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kesadaran masyarakat akan jiwa pemimpin yang agamis. Care Giver yang kami latih merupakan pasangan lansia, kerabat atau tetangganya. Kami menyediakan pelatihan Care Giver selama 20 jam dalam 5 bulan. Setelah pelatihan, setiap  Care Giver harus mampu mempraktikan hasil pelatihan mulai dari komunikasi yang efektif dengan lansia, menjelaskan proses penuaan contohnya gejala medis pada lansia, menjelaskan cara membantu aktivitas keseharian lansia, dan menjelaskan permasalahan diagnose kesehatan lansia. Kami akan mengukur keberhasilan pelatihan melalui pre test dan post test.

LTC di lingkup komunitas telah diterapkan di 13 provinsi di Indonesia diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur Riau, Lampung, Sulawesi Selatan, Papua, Sumater Selatan, Sumatera Barat, dan Aceh. Kendala yang kerap dihadapi yaitu karena tingkat pendidikan dan tingkat pemahaman kesehatan para Care Giver yang berbeda-beda. Namun, pelayanan LTC di lingkup komunitas kini semakin berkembang dan  hal tersebut memang sangat diperlukan.

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *