Zulvera Pancaliswita, Pahlawan dari Negeri Pekanbaru

Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Bicara tentang Hari Pahlawan, yang ada di benak Anda pastilah tak jauh dari Bung Karno, Muhammada Hatta, atau mungkin dari kalangan muda seperti Jenderal Soedirman. Mereka adalah segelintir masa yang berjuang bagi kemerdekaan Indonesia dan disebut sebagai pahlawan.

Lalu, bagaimana dengan pahlawan masa kini ? Pahlawan masa kini memang tidak dipandang dari seberapa berat senjata yang ia bawa, atau seberapa hebat ia dalam mengatur strategi peperangan. Tetapi, pahlawan masa kini bisa dilihat dari seberapa banyak ia berkontribusi bagi masyarakat disekitarnya.

Salah satunya adalah Zulvera Pancaliswita. Wanita kelahiran Pekanbaru, 22 April 1969 ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang sangat aktif dalam mengikuti kegiatan sosial. Ia adalah salah satu kader Siaga Posyandu binaan Cita Sehat dan RZ dengan nama Posyandu Pituah Amanah Dituruti. Posyandu ini berada di RW 01, Kel. Sukajadi, Kec. Sukajasi, kota Pekanbaru.

Alumni lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera ini lebih memilih aktif sebagai kader Posyandu di kampung halamannya. Sebagai seorang kader Posyandu, ia bertugas untuk melaksanakan kegiatan Posyandu bersama tim Cita Sehat dan RZ pada tanggal 3 setiap bulannya. Tak hanya itu, ia juga bertugas untuk membuat laporan perkembangan kesehatan balita, mengikuti pembinaan bersama Cita Sehat, pertemuan di kelurahan maupun Puskesmas. Perannya sebagai kader Posyandu sudah dimulai sejak 7 tahun lalu.

“Bagi kami, bu Vera merupakan sosok yang sangat keibuan. Dapat mengedepankan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kegiatan posyandu. Terlihat dari usahanya menyatukan dan mengumpulkan peserta balita beserta para orangtua untuk aktif mengikuti Posyandu.”, tutur Fiona, Public Health Pekanbaru.

Kesibukannya sebagai ibu rumah tangga tak mengurangi partisipasinya dalam setiap kegiatan Posyandu. Bagi Zulvera, berkumpul dengan anak-anak dan berbagi ilmu bersama para orang tua merupakan pengalaman yang paling berharga. Banyak suka duka yang telah ia alami selama menjadi seorang kader.

“Ya terkadang memang ada perkataan yang kurang baik dari warga. Tapi saya ingat lagi bahwa tujuan saya itu ya mengabdi pada masyarakat dengan Posyandu ini. Soal bagaimana pendapat warga ya itu urusan belakangan. Yang penting kita sudah memeberikan yang terbaik. ”,ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai makna Hari Pahlawan, ia sedikit merenung. Karena medan perang bagi seorang pahlawan di zaman sekarang bukan lagi melawan penjajah atau melakukan genjatan senjata, tapi bagaimana peran seseorang dalam menjalani kewajiban dan pengabdian untuk negeri. Bagi Zulvera, pahlawan masa kini itu adalah seseorang yang dapat menjalankan perannya dimasyarakat dan dapat berbakti di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya.

Newsroom : Nurul Rahayu

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *