Saatnya Masyarakat Kita Keren Tanpa Rokok

Hingga saat ini, tantangan besar yang harus kita sikapi adalah peningkatan prevalensi merokok penduduk Indonesia dari 27% (1995) menjadi 36,3% (2013). Bahkan, data hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa penduduk yang bekerja sebagai petani/ nelayan/buruh menunjukkan proporsi terbesar dalam presentase perokok aktif setiap hari, yaitu sebesar 44,5%.

Mengutip data hasil Global Youth Tobacco Survey (GATS, 2009) menunjukkan bahwa sebanyak 89,3% anak remaja umur 13-15 tahun di Indonesia telah terpapar iklan rokok melalui media luar ruang (billboard) dan 76,6% melalui media cetak (koran dan majalah). Sementara itu, jumlah perokok aktif di Indonesia merupakan peringkat ketiga tertinggi di dunia setelah China dan India. Jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk yang terancam kesehatannya karena terpapar asap rokok juga semakin meningkat. Dewasa ini, kecenderungan merokok di kalangan generasi muda semakin meningkat dan yang lebih memprihatinkan adalah anak-anak sudah mulai merokok di usia 10-14 tahun.

htts_yogya1

Aksi yang dilaksanakan di Pasar Bantul Pada Hari Minggu Tanggal 31 Mei 2015 ini pada momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yaitu; penukaran rokok dengan pemeriksaan tekanan darah dan buah gratis, edukasi bahaya rokok berupa leaflet bahaya rokok, survey untuk melihat bagaimana asap rokok mengganggu perokok pasif dan foto booth dengan pesan-pesan unik bahaya rokok menjadi momentum untuk terus mendorong masyarakat agar selalu waspada pada bahaya rokok.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Cita Sehat Foundation Cab. Yogyakarta, 9 Cigaratte Movement (9 cm) dan RZ. Kami akan terus bersinergi dengan kegiatan yang menyenangkan untuk melindungi para perokok pasif dan generasi muda dari bahaya rokok, mereka harus dilindungi salah satunya dengan mendorong pemerintah untuk membuat perbup Kawasan Dilarang Merokok (KDM) di Bantul agar tidak ada lagi perokok pasif, ujar Ratna Kusuma Manager Cita Sehat Foundation Branch of Yogyakarta.

Share this:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *