Pos

WORLD DIABETES DAY 2017, Cegah Diabetes dengan PATUH dan CERDIK

Diabetes merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa (gula) darah yang tinggi. Ada 2 jenis diabetes yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu :

Diabetes Tipe 1 (Insulin Dependen) Tubuh tidak menghasilkan atau hanya sedikit menghasilkan insulin. Biasanya dijumpai pada usia muda. Penderita diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin secara teratur.

Diabetes Tipe 2 (Insulin Independen) Disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara optimal. Banyak dijumpai pada usia lanjut. Penderita ini biasanya mengalami obesitas.

14 November menjadi hari dimana masyarakat dunia memperingati Hari Diabetes Sedunia. Peringatan yang dicanangkan oleh WHO ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang diabetes.

KETAHUI GEJALANYA  !

  1. Sering merasa lelah
  2. Penurunan berat badan ekstrim, tetapi nafsu makan meningkat
  3. Sering haus
  4. Sering berkemih
  5. Berkurangnya masa otot
  6. Nafsu makan meningkat
  7. Penglihatan kabur
  8. Luka yang lama sembuh
  9. Sering mengalami infeksi

CEGAH DENGAN “PATUH” DAN “CERDIK”

P : Periksa kesehatan secara rutin dan ikutin anjuran dokter

A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur

T : Tetap diet sehat dengan gizi seimbang

U : Upayakan beraktivitas fisik dengan aman

H : Hindari rokok, alcohol dan zat karsinogenik lainnya

 

C : Cek kondisi kesehatan secara berkala

E : Enyahkan asap rokok

R : Rajin aktivitas fisik

D : Diet sehat dengan kalori seimbang

I : Istirahat yang cukup

K : Kendalikan stres

SAMBUT HARI DIABETES SEDUNIA, KLINIK PRATAMA RBG RZ BANDUNG LAKUKAN INI

Bandung. Dalam rangka menyambut Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November mendatang, Klinik Pratama RBG Rumah Zakat menggelar Kelas Edukasi bertemakan “Cegah Diabetes” pada Senin (6/11).

Kelas Edukasi digelar di ruang tunggu pasien lantai 1 Gedung Klinik RBG di Jl. Turangga No.63, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 pagi tersebut dihadiri oleh 30 orang peserta yang merupakan pasien dan pendamping pasien.

“Bidan Eva, salah satu bidan yang bertugas di Klinik RBG memberi edukasi mengenai diabetes, mulai dari pengertian, tipe diabetes, apa penyebab diabetes dan langkah-langkah pencegahan diabetes.”, tutur Indah, Public Health Cita Sehat Bandung sekaligus PIC kegiatan.

Indah menambakan bahwa Kelas Edukasi ini memang merupakan agenda rutin di Klinik RBG Bandung setiap bulannya. Digelar dengan tema edukasi kesehatan yang berbeda, Indah berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan kesehatan dan menjadi langkah pencegahan penyakit bagi para pasien serta keluarganya yang datang ke Klinik RBG .

“Alhamdulillah saya senang mendapat ilmu kesehatan tentang diabetes dari bidan di Klinik RBG ini. Saya jadi mawas diri dan akan mencegah apa-apa yang bisa menyebabkan diabestes.”, tutur Yusuf (42), salah satu peserta Kelas Edukasi.

Newsroom : Nurul Rahayu

DETEKSI PENYAKIT DIABETES DAN HIPERTENSI SEJAK DINI MELALUI KELAS EDUKASI RUMAH ZAKAT

Makassar, (21/07). Saat moment hari raya Idul Fitri, tak sedikit  warga Kampung Parang yang disibukkan dengan kegiatan silaturahmi dan adapula yang sibuk menghadiri acara pernikahan. Hal itu tentu saja berpengaruh terhadap makanan yang mereka konsumsi. Alhasil, para warga banyak yang mengeluh mengalami peningkatan tekanan darah dan gula darah.

Oleh karena itu, Rumah Zakat bersinergi dengan Cita Sehat Foundation kembali mengadakan kelas edukasi diabetes dan hipertensi di wilayah binaan Tamalanrea Kampung Parang, Makassar. Program Kelas Edukasi Diabetes dan Hipertensi  merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dalam melakukan pencegahan suatu penyakit yang dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Dalam hal ini pengecekan tekanan darah dan gula darah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Salah satu warga yang melakukan pengecekan kesehatan adalah Dg. Nannang (63), setelah dilakukan pengecekan kesehatan, gula darah Ibu dg. Nannang mengalami peningkatan hingga mencapai 385 mg/dL. Hal ini berarti gula darah Ibu Dg. Nannang berada dalam kategori tinggi. Sehingga untuk dapat menurunkan kembali kadar gula darahnya menjadi normal diberikanlah edukasi cara melakukan pencegahan dan mengontrol gula darah. Demikian keterangan Ahmad Minolla, PIC kegiatan.

Kelas Edukasi ini dilakukan di balai pertemuan setempat. Seperti biasa, tak kurang dari 30 orang warga mengikuti kegiatan.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya Rumah Zakat ini, meskipun gula saya tinggi tetapi dengan sering datang dalam setiap kegiatan Rumah Zakat kondisi kesehatan saya jadi bisa lebih terkontrol. Pendidikan kesehatan yang diberikan pun sangat bermanfaat membuat saya lebih tahu bagaimana caranya menjaga kesehatan. Terima kasih Rumah Zakat,” Ujar Ibu Dg. Nannang (63) warga Kampung parang.

Newsroom : Nurul Rahayu

MITOS ATAU FAKTA ?TERLALU BANYAK MENGKONSUMSI MANIS DAPAT MENYEBABKAN DIABETES

Sahabat sehat, ternyata anggapan diatas tidaklah benar. Mengutip laman diabetes.org.uk, diabetes tipe 1 itu disebabkan oleh tingginya gula darah yang disebabkan oleh kurangnya insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 itu disebabkan oleh banyak faktor diantaranya bila tubuh Anda memiliki kalori berlebih.

Sebagian orang menganggap gula sebagai penyebab utama karena makanan yang banyak mengandun gula juga memiliki kadar kalori yang tinggi, namun masih ada penyebab lainnya seperti jarang berolahraga, pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, keturunan dan usia.

Sumber : diabetes.org.uk

HARI DIABETES NASIONAL – KENALI GEJALANYA, BERANTAS PENYAKITNYA

Mari jadikan peringatan Hari Diabetes Nasional ini sebagai pengingat untuk lebih sadar terhadap gejala penyakit diabetes. Menurut WebMD, gejala yang dialami pengidap diabetes antara lain:

MUDAH LAPAR DAN MUDAH LELAH. Tubuh Anda akan mengubah makanan menjadi glukosa yang digunakan oleh sel tubuh menjadi energi. Seorang penderita diabetes akan memiliki sedikit insulin sehingga glukosa sulir diubah menjadi energy dan Anda akan mudah lelah dan mudah lapar.

MUDAH HAUS DAN SERING BUANG AIR KECIL. Rata-rata manusia buang air kecil sebanyak 4 hingga 7 kali selama 24 jam. Seorang yang terkena diabetes akan lebih sering dari itu, karena gula darah yang tinggi sehingga penyerapan glukosa tidak maksimal sehingga pembentukan urin lebih banyak.

MULUT KERING DAN KULIT GATAL. Karena cairan pada tubuh seorang yang mengidap diabetes lebih banyak untuk memproduksi urin, maka kulit Anda akan kehilangan kelembapannya. Anda akan mengalami dehidrasi dan sedikit gatal pada kulit.

PENGLIHATAN KABUR. Berubahnya kadar cairan dalam tubuh dapat membengkakan lensa mata sehingga kemampuan untuk melihat secara fokus semakin berkurang.

LUKA YANG SULIT SEMBUH. Gula darah dapat mempengaruhi aliran darah Anda dan menyebabkan kerusakan syaraf yang membuat luka di tubuh sulit sembuh.

BERAT BADAN MENURUN DRASTIS. Jika tubuh Anda tidak bisa mendapatkan energy dari makanan, maka tubuh Anda akan mulai membakar otot dan lemak untuk mengganti makanan.

Diabetes Merusak Retina ?

Jika kita membahas tentang komplikasi penyakit  diabetes, maka yang paling sering disebutkan tentu saja adalah amputasi pada berbagai bagian tubuh dan munculnya masalah pada organ lain layaknya jantung atau ginjal. Padahal, ada satu lagi penyakit yang cukup berbahaya yakni kerusakan pada retina mata yang disebut sebagai retinopati diabetes. Seperti apakah penyakit yang merusak kesehatan mata yang harus diwaspadai ini?

Pakar kesehatan mata dari RS Mata AINI, dr. Rumita Kadarisman menyebutkan jika penderita diabetes yang memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi beresiko mengalami kerusakan pembuluh darah kecil atau mikrovaskular pada matanya. Hal ini berarti, andai kadar gula darah tidak bisa dikendalikan, maka pembuluh darah pada mata bisa mengalami gangguan yang fatal layaknya kebocoran pembuluh darah, penumpukan cairan pada retina mata, hingga penyumbatan. Menurut dr. Rumita, banyak penderita diabetes yang tidak menyadari akan hal ini dan pada akhirnya mengalami kerusakan pada retinanya. Apalagi penyakit retinopati diabetic memang cenderung tidak memberikan gejala apapun dan membuat penderitanya berpikir matanya masih dalam kondisi baik-baik saja.

Jika retinopati diabetic tidak ditangani dengan benar dan kadar gula darah tetap tak terkendali, maka macula bisa mengalami kerusakan parah dan disebut sebagai diabetic macula edama(DME). Pada fase ini, penderitanya baru mengalami masalah penglihatan layaknya penurunan penglihatan, munculnya bercak-bercak atau bahkan kesulitan melihat garis lurus. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa memicu kebutaan, apalagi jika diabetes sudah sangat parah dan kadar gula darah sudah tidak lagi bisa dikendalikan.

Mengingat data dari Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukkan jika 20 hingga 25 persen penderita diabetes juga terkena masalah retinopati diabetik yang bisa berkembang menjadi DME, maka ada baiknya penderita diabetes juga mulai mewaspadai akan hal ini dan rutin melakukan pemeriksaan pada gula darah dan kesehatan matanya agar tidak mengalami gangguan pada penglihatannya.
Sumber : doktersehat.com

Cita Sehat Mengajak Masyarakat Komitmen Hindari Diabetes

Jakarta, (20/11/16). Hari Diabetes Sedunia 14 November Diperingati Setiap tahunnya pada tanggal 14 Bulan November. Peringatan ini bertujuan untuk mempertinggi kewaspadaan global terhadap risiko penyakit Diabetes. Peringatan hari Diabetes Seluruh dunia ini ditujukan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat di beragam belahan dunia menggiatkan beragam aktivitas untuk mencegah angka kesakitan Diabetes yang makin meningkat tiap tahunnya.

Cita Sehat Foundation dan relawan RZ Jakarta Barat turut memeriahkan Hari Diabetes  Sedunia dengan menggelar  berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga pukul 09. 30 WIB.

Kegiatan yang digelar antara lain cek gula darah gratis, tensi gratis dan pengumpulan tanda tangan masyarakat yang hadir untuk dukungan hari diabetes. Tanda tangan tersebut sebagai bentuk komitmen untuk menghindari penyakit diabetes dan memulai pola hidup yang lebih sehat.

“Alhamdulilah bisa mengetahui kadar gula darah sementara yang sudah beberapa bulan belum sempat cek dan hasilnya memuaskan dan sedikit lega karena kadar gulanya sudah turun. Terimakasih Cita Sehat dan Rumah Zakat yang sudah menggelar pemeriksaan cek gula darah gratis.”, ujar Suryati (49) .

Newsroom : Ridwan, CSF Jakarta

 

Kenali Seluk Beluk Diabetes Melitus

Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa. Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu:

Diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja.

Diabetes tipe 2
Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.

Diabetes dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes. Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik), hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes.

Mereka yang menderita diabetes sering kali menunjukkan gejala-gejala seperti haus tapi selalu banyak minum, makan tapi selalu lapar, sering kencing, berat badan menurun, penglihatan kabur, luka yang sudah lama sembuh kembali, mudah terjadi infeksi pada kulit, nyeri pada tangan atau kaki, badan terasa lemah dan mudah mengantuk. Tapi tak sedikit penderita diabetes yang bahkan tidak memunculkan gejala sama sekali. Untuk memastikannya diperlukan pemeriksan darah ke laboratorium.

Bagaimana mengatasi Diabetes ? 

Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan perencanaan makan dan berolahraga. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes tipe 2, diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2, diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.
Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.
Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya, pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau insulin yang perlu digunakan.
Pasien juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.

Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).

Apakah Diabetes dapat disembuhkan ? 
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol dalam batas normal.

 

sumber : mengutip dari cdc.gov

Kontrol Asupan Karbohidrat Untuk Hidup Lebih Sehat

Orang Indonesia terbiasa mengonsumsi nasi sebagai karbohidrat. Bahkan ada anggapan di masyarakat bahwa jika belum makan nasi berarti belum makan. Padahal, di balik nikmatnya nasi tersimpan karbohidrat tinggi yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kelebihan kadar gula darah yang berujung pada berbagai penyakit, salah satunya adalah diabetes.

Ketika dikonsumsi, tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula. Gula inilah yang akan digunakan sebagai tambahan energi bagi otak dan otot dalam beraktivitas sehari-hari. Ada tiga jenis karbohidrat, yaitu gula, pati, dan serat. Dengan kata lain, tidak semua karbohidrat adalah gula, tetapi semua gula berasal dari karbohidrat.

Pahami tentang Karbohidrat dan Kalori

Kalori adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas. Sebagaimana tubuh memerlukan kalori untuk bertahan hidup, maka tanpa pasokan kalori yang proporsional, tubuh menjadi kekurangan energi. Selain itu, seluruh organ tubuh tidak bisa bekerja secara optimal atau bahkan bisa berhenti.

Kebutuhan kalori tiap orang berbeda-beda, tergantung kepada ras, usia, jenis kelamin, ukuran fisik, serta aktivitas sehari-hari. Begitu banyaknya faktor yang menentukan sehingga sulit untuk menentukan kebutuhan kalori rata-rata tiap orang per harinya.

Tapi yang pasti, dalam sehari saja, manusia membutuhkan karbohidrat sebanyak 45-65 persen dari total kalori yang didapatkan tiap hari. Jangan lupa, karbohidrat bukan hanya berasal pada nasi, tetapi juga dari makanan berjenis pati (kentang, jagung, labu, roti, sereal, kacang-kacangan), serat (buah-buahan, sayur-sayuran, gandum, biji-bijian), dan gula (madu, sirop, makanan manis). Sahabat sehat dapat mengontrol karbohidrat yang dikonsumsi dengan cara membaca label pada kemasan makanan.

Sahabat sehat perlu mengetahui bahwa:

  • 1 gram karbohidrat mengandung 4 kalori;
  • 1 gram protein mengandung 4 kalori; dan
  • 1 gram lemak mengandung 9 kalori.

Jika diaplikasikan pada sebutir telur ayam seberat 243 gram, maka kalori yang didapatkan:

  • Lemak 24 gram (berarti 216 kalori);
  • Protein 31 gram (berarti 124 kalori); dan
  • Karbohidrat 2 gram (berarti 8 kalori).

Maka total seluruh kalori dari sebutir ayam tersebut adalah 348 kalori. Artinya jika kebutuhan harian Sahabat sehat adalah 2.000 kalori, maka Anda bisa mendapatkannya dari makanan yang bervariasi dengan kandungan protein dan serat, bukan hanya dengan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak.

Hindari Mengonsumsi Karbohidrat Berlebihan

Karbohidrat penting bagi tubuh sebagai sumber utama dalam mendapatkan energi. Setelah karbohidrat masuk ke tubuh dan diubah menjadi glukosa, zat ini akan diserap sel-sel tubuh dengan bantuan hormon insulin.

Ketika karbohidrat yang masuk ke tubuh dinilai terlalu banyak, maka hormon insulin berisiko tidak mampu lagi membantu glukosa terserap sel-sel tubuh. Sebagai akibatnya, kadar glukosa atau gula di dalam darah meningkat, menjadikan Sahabat sehat berisiko mengalami diabetes.

Kedelai sebagai Makanan Tinggi Protein dan Serat

Karena terbiasa mengonsumsi nasi yang tinggi karbohidrat, kita cenderung masih merasa lapar jika hanya mengonsumsi nasi dalam jumlah sedikit. Di lain sisi untuk menghindari penyakit obesitas dan diabetes, asupan karbohidrat harus dibatasi.

Untuk mengendalikan nafsu makan, cobalah mengonsumsi kedelai atau makanan yang mengandung kedelai 2 jam sebelum waktu makan. Kedelai merupakan sumber protein lengkap dengan adanya semua jenis asam amino esensial di dalamnya. Makanan yang satu ini juga mengandung isoflavon, yaitu senyawa alami estrogenik yang mampu membantu mencegah penyakit kanker, osteoporosis, dan penyakit-penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung. Isoflavon juga bersifat membantu menyembuhkan gejala menopause.

Kelebihan lain dari kedelai adalah kandungan seratnya yang tinggi. Serat dari kedelai dapat memberi manfaat kesehatan termasuk kesehatan pencernaan serta berpengaruh dalam menurunkan kolesterol darah. Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi ini  akan menjadikan Sahabat sehat merasa kenyang lebih lama. Berkat asupan kedelai di dalam menu sehari-hari, Sahabat sehat tetap dapat mengonsumsi karbohidrat tanpa berlebihan karena pada prosesnya menjadikan tubuh tidak cepat merasa lapar.

Terlepas dari itu, satu hal yang terpenting adalah bagaimana tubuh bisa mendapatkan gizi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Sahabat sehat tidak perlu mengurangi atau meningkatkan asupan makanan. Begitu pun dengan karbohidrat yang dalam hal ini adalah nasi. Membatasi karbohidrat adalah cara utama dalam menjadikan hidup lebih sehat.

 

sumber : aldokter.com

Deteksi gejala Diabetes sejak dini

1 | Mati rasa-Kebas -Kesemutan
Pada banyak kasus diabetes yang menimpa sebagian orang, hampir seluruhnya mengalami gejala berupa mati rasa. Adapun bagian tubuh yang sering merasakan mati rasa (kebas) atau kesemutan adalah tangan, kaki, beserta jari-jemarinya. Peringatan awal diabetes ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah, membuat serabut saraf mengalami kerusakan.

2 | Lebih sering buang air kecil
Penderita diabetes sering mengatakan dirinya mengalami peningkatan dorongan ingin buang air kecil. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami hal serupa, coba konsultasikan sedini mungkin pada dokter agar mendapatkan perawatan lebih cepat dan terkontrol.

3 | Berat badan berkurang
Menjadi kabar baik bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan maupun obesitas. Tetapi, melihat faktor pemicu turunnya berat badan adalah karena diabetes, tentu membuat Anda semakin khawatir. Terjadinya penurunan berat badan ini memang berhubungan erat pada penderita, sebab tubuh tidak mampu menyerap glukosa (sumber energi tubuh) dengan benar.

4 | Nafsu makan meningkat
Bertambahnya rasa ingin makan bisa menjadi tanda lain dari diabetes. Rasa lapar ini tidak bisa dikendalikan, sebab sinyal lapar yang dikirim oleh tubuh ini harus dipenuhi keinginannya agar semua sel menjadi berfungsi dengan baik karena mendapatkan asupan glukosa yang lebih banyak.

Rasa lapar tersebut bukan karena sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa dari makanan, melainkan karena makanan yang sudah ditelan tidak apat masuk ke dalam sel untuk dipakai dalam proses metabolisme, sehingga timbul lah respon tubuh seperti lapar.

5 | Penglihatan mulai kabur atau buram
Masalah seperti ini seringkali menjadi keluhan umum penderita diabetes tipe 2. Penglihatan menjadi kabur atau buram atau tidak jelas seperti biasanya, terjadi akibat kadar glukosa melonjak naik, sehingga merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata. Kondisi ini bisa mengubah bentuk lensa dan mata.

Kabar baiknya, gejala ini reversibel (dapat kembali normal) seiring dengan berkurangnya kadar gula darah hingga batas wajar. Namun, bila gula darah tetap tinggi kelainan pada mata ini bisa berujung pada kebutaan permanen.

6 | Kelelahan dan cepat emosi
Rasa lelah ini muncul bukan tanpa sebab. Ketika tidur, penderita diabetes akan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Kerap kali bangun untuk berkemih dan minum air, sehingga proses tidur terganggu alias tidak berkualitas. Keesokan harinya tubuh mengalami kelelahan dan tak jarang mengundang emosi.

7 | Rasa haus
Tadi telah disebutkan bahwa ciri-ciri penderita diabetes adalah sering buang air kecil. Peningkatan dorongan untuk berkemih akan memengaruhi cairan yang berada di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan dehidrasi. Tubuh yang kekurangan cairan akan memberikan respon berupa rasa haus dengan tujuan mengembalikan cairan yang hilang.

8 | Proses pemulihan luka yang lambat
Terdapatnya luka ketika kondisi tubuh sedang tidak baik, seperti kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Hal ini tentu mempengaruhi laju pemulihan luka atau memar, akan memakan waktu lebih lama dari biasanya.

Masalah kulit
Diabetes mememgaruhi sirkulasi darah, dan membuat kelenjar keringat mengalami disfungsional, sehingga membuat kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi. Gejala yang satu ini cukup sulit dideteksi sebagai diabetes, karena banyak penyebab lain yang membuat kulit bermasalah seperti ini.

9| Impotensi Pada Pria
Penyebab utama terjadinya impotensi pada penderita diabetes adalah neuropathic. Neuropathic adalah kerusakan pada saluran parasimpatik penis yang mengakibatkan relaksasi pada arteri helicina tidak dapat terjadi. Hal ini menyebabkan saluran darah dalam penis tidak lancar sehingga penis tidak dapat membesar. Neuropathic ini akan terjadi perlahan – lahan hingga akhirnya menyebabkan kerusakan total pada penis.

Jika telah terjadi kerusakan total, maka penderita harus melakukan terapi dan pengobatan secara rutin dan seterusnya selama hidup. Karena jika tidak dilakukan pengobatan terus menerus, impotensi akan mengganggu kehidupan sehari – hari dan bisa memicu depresi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, otot – otot pada penis masih dapat mentolerir diabetes mellitus hingga kadar gula darahnya 200 mg/ml. Pada kondisi ini, neuropathic tidak terjadi dan ereksi masih dapat terjadi.
Jika kadar gula darah naik hingga menjadi 400 mg/ml, akan terjadi impotensi yang secara mendadak menyerang. Ini diakibatkan oleh adanya kerusakan endotel pada sinusoid.

10 | Infeksi jamur
Diabetes memengaruhi sistem kekebalan tubuh penderitanya. Tubuh akan rentan terhadap serangan berbagai bakteri dan jamur (candida). Semakin banyak jumlah bakteri atau jamur yang masuk ke dalam tubuh selama sistem imun tidak siap untuk membentengi tubuh. Jika sudah demikian, contoh masalah yang patut diwaspadai, khususnya bagi wanita adalah mengalami keputihan akibat infeksi candida (jamur).

Cara Mengetahui Diabetes

Jika Anda tidak tahu apakah status tubuh masih aman dari serangan diabetes ataupun tidak, segera lakukan tes darah. Beberapa tes darah tunggal tidak bisa menelurkan hasil akurat, Anda harus melakukan tes darah beberapa kali lagi (harus diulang) untuk memastikan.

Salah satu tes adalah melakukan tes glukosa plasma pasca puasa. Tes ditujukan untuk mengecek gula darah setelah selama waktu berpuasa tidak tubuh tidak mendapatkan nutrisi dari makanan.

Jika laporan menunjukkan glukosa darah di atas 126 miligram per desiliter (mg/dL) pada dua atau tiga tes yang berbeda, maka Anda positif menderita diabetes. Akan tetapi, bila glukosa darah berada pada tingkat 100 hingga 125 mg/dL, akan dianggap sebagai prediabetes (proses menuju diabete). Dan, jika glukosa darah berada pada angka 99 mg/dL, tandanya glukosa darah Anda normal.