Pos

SISWA SMP MUH 1 JAKARTA PERINGATI PEKAN PEDULI HEPATITIS B

Jakarta, (09/09). Aktivitas akhir pekan produktif terlihat di SMP Muhammdiyah 1 Jakarta di bilangan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Seluruh siswa yang berjumlah hampir 100 orang antusias mengikuti kegiatan edukasi mengenai hepatiti B dalam rangka pekan peduli hepatitis B yang dilaksanakan oleh Cita Sehat bersama Rumah Zakat.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 bertempat di Mesjid Attaqwa yang lokasinya berdekatan dengan SMP Muhammadiyah 1 Jakarta. Tak hanya edukasi, siswa mendapatkan leaflet dan buku saku hepatitis sebagai media informasi dengan harapan apa yang didapatkan bisa disalurkan ke teman dan lingkungannya.

Selain itu siswa diberikan doorprize dengan memberikan pertanyaan mengenai hepatitis B sebagai upaya posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan edukasi. Siswa yang dapat menjawab pertanyaan mendapatkan tumbler sebagai hadiahnya.

“Kegiatan ini jarang dilakukan disekolah, ini kegiatan yang menyenangkan banyak pengetahuan baru yang didapat, kelasnya rapi, dan ga pada nanyain pulang , terimakasih Rumah Zakat,” ujar Alfaro, siswa kelas VII.

Tak hanya disambut baik oleh para siswa. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Jakarta, Qadafi juga mengatajan bahwa ia sangat mendukung kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa akan berlanjut dilakukan dengan materi yang berbeda-beda.

Newsroom : Nurul Rahayu

AKSES TERHADAP PENGOBATAN HEPATITIS B

Menjalani terapi Hepatitis B membutuhkan komitmen. Jika Anda dan dokter telah memutuskan untuk mengobati  Hepatits B yang Anda derita,  Anda harus mengikuti semua petunjuk dokter untuk memperbesar peluang sembuh. Bila Anda mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran mengenai obat berikut efek sampingnya, sampaikan kepada dokter Anda.

Jangan mengubah terapi tanpa membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu. Informasi ini tidak ditujukan untuk menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.  Konsultasi berkala amat penting bagi penderita Hepatitis B untuk memantau perjalanan penyakit.

PEKAN PEDULI HEPATITIS B

Pekan ini, tepatnya tanggal 4 hingga 12 September merupakan Pekan Peduli Hepatitis B. Sebuah pekan dimana kita dihimbau untuk bersama-sama membangkitkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit Hepatitis B.

Hepatitis B adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B, suatu virus yang menyerang organ hati dan merupakan salah satu virus yang paling tinggi penularannya di dunia. Diperkirakan sekitar 350-400 juta orang menderita Hepatitis B kronik, yang mengakibatkan tingginya peluang terkena sirosis (pengerasan organ hati), kegagalan hati, dan kanker hati.

Indonesia menjadi negara ke-3 Asia yang penderita hepatitis B kroniknya paling banyak. Berdasarkan tingginya prevalensi infeksi VHB, World Health Organization (WHO) membagi menjadi 3 macam daerah endemis yaitu: tinggi (10-15%), sedang (8%) dan rendah (5%). Sedangkan prevalensi VHB di negara-negara berkembang Indonesia (10%), Malaysia (5,3%), Brunai (6,1%), Thailand (8%-10%), Filipina (3,4%-7%).

Menurut Internasional Task Force on Hepatitis-B Immunization, Indonesia termasuk dalam kelompok endemis sedang dan tinggi hepatitis B, dengan prevalensi di populasi 7% -10%. 

Sekitar 686.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat Hepatitis B kronik. Virus Hepatitis B (VHB) merupakan penyakit infeksi utama dunia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, meskipun saat ini sudah tersedia vaksin yang efektif dalam bentuk pengobatan antivirus. Secara global dari dua milyar orang yang sudah terinfeksi, lebih dari 350 juta jiwa telah terinfeksi VHB kronis yang menyebabkan 1-2 juta jiwa kematian setiap tahun karena kanker hati.

VHB atau Virus Hepatitis B menular  100 kali lebih mudah dibanding virus HIV dan virus ini dapat bertahan hidup selama 1 minggu di luar tubuh.

Penularan hanya terjadi melalui darah atau cairan tubuh dan tidak menular melalui makanan, minuman, kontak fisik semata, maupun ASI.

Virus Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh manusia:

  1. Dari ibu penderita Hepatitis B kepada bayinya.
  2. Berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis B tanpa pengaman (kondom).
  3. Melalui suntikan atau transfusi darah yang telah tercemar dengan VHB.
  4. Virus ini jarang ditemukan di air liur, keringat, dan air mata.
  5. 30% penderita Hepatitis B tidak mengetahui bagaimana atau kapan mereka tertular.

 

 Sumber : hepatitis.roche.co.id, formaziunhas.or.id