Pos

HARI POHON SEDUNIA : ASYIKNYA BERKEBUN MENGHIJAUKAN SEKOLAH

Malang, (16/11). Care for Teen (CFT) bersama Relawan Rumah Zakat Malang telah menjadi agenda mingguan di SMP Muhammadiah 6 Malang. CFT dilaksanakan setiap hari kamis dari pukul 14.00 – 15.00 WIB. Tema CFT kali ini adalah Berkebun disekolah yang didampingi oleh dua pemateri yaitu Tulus Supriatin dan Ika Nurul.

Kegiatan berkebun disekolah lebih diutamakan pada praktek dengan memanfaatkan daur ulang sampah botol minum kemasan plastik sebagai tempat menanamnya. Peserta dari siswa kelas 7 sebanyak 25 siswa sangat antusias mengikuti kegiatan sedari awal. Hal ini terbukti dari hasil menanam yang mereka lakukan dengan mengikuti instruksi dari pemateri.

Botol plastik dilubangi dibagian tengahnya lalu diberi kawat agar dapat digantung didinding, setelah itu para siswa mengisi botol dengan media tanam tanah, kompos dan pupuk kambing yang telah dicampurkan. Kemudian mereka menanam tanaman pada masing-masing botol.

Ada beberapa jenis tanaman yang ditanam yaitu tanaman herbal, sayur dan tanaman hias. Tanaman herbal yang ditaman adalah daun mint, daun seledri sebagai tanaman sayur dan tanaman hias berupa bunga petunia. Pot gantung tersebut kemudian digantungkan pada dinding yang telah diberi paku. Berkat kerjasama dan semangat siswa yang tinggi sehingga mampu membuat vertikal garden dengan indah yang membentuk angka 6 sebagai identitas sekolah mereka. Selain indah berkebun di sekolah juga menjadi sarana untuk menghijaukan lingkungan.

“Ternyata berkebun itu menyenangkan”, ujar salah satu siswa. Kegiatan berkebun membuat siswa lebih aktif dan menumbuhkan kecintaan terhadap alam dengan mengenal tanaman dalam berkebun disekolah.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

MERIAHKAN HARI KESEHATAN NASIONAL DENGAN MENANAM TOGA

Malang. Para kader UKS dari SD Sukoharjo 2 Kota Malang memperingati Hari Kesehatan Nasional dengan belajar menanam TOGA atau Tanaman Obat Keluarga pada Minggu, (12/11).

Sebelumnya, mereka juga mendapat edukasi tentang TOGA dari Kak Tulus, relawan Rumah Zakat dan Cita Sehat. Usai edukasi, para siswa langsung mempraktikkan materi yang telah diajarkan yaitu menanam TOGA di pekarangan sekolah.

Tanaman yang ditanam diantaranya daun kelor, jahe, lidah buaya dan seledri. Daun kelor biasa digunakan untuk reumatik dan sakit mata, jahe bisa digunakan untuk rempah dan obat perut kembung serta migrain, lidah buaya digunakan untuk perawatan rambut serta seledri bisa digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

“Seneng banget bisa ikut menanam Tanaman Obat Keluarga atau TOGA. Aku jadi  tahu manfaat tanaman yang bisa digunakan untuk obat-obatan.”, tutur Nendra, salah satu kader UKS SD Sukoharjo 2.

Newsroom : Nurul Rahayu

“POHON KITA, MILIK KITA, JAGALAH UNTUK KITA”

Malang, 11 Nov 2017. Cita Sehat Foundation bersama Rumah Zakat kembali mengadakan pembinaan Care For Teens (CFT) di SMP Muhammadiyah 6 Malang.  Tema pada pertemuan kali ini adalah “Pohon kita : ayo tanam, rawat dan lestarikan” dan pemateri kita tiada lain tiada bukan adalah Ika Nurul, salah satu Relawan Rumah Zakat Malang.

Ia menuturkan beberapa poin penting diantaranya manfaat pohon untuk keberlangusngan hidup diantaranya yaitu sumber oksigen, dapat mengurangi polusi, mencegah bencana dan menjadi habitat bagi makhluk hidup.

Ika juga menuturkan bahwa dampak menebang pohon bisa menimbulkan bencana banjir, longsor, udara yang panas dan polusi yang kian menjadi. Di akhir materi, ia juga menyampaikan bagaimana langkah-langkah melestarikan lingkungan dengan menanam dan merawat pohon.

“Alhamdulillah pertemuan hari ini berjalan lancar, menarik dan asyik. Anak-anak begitu antusias. Mereka berdiskusi dengan aktif dan berani menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Jika Kita tidak dapat menghidupkan satu pohon, setidaknya jagalah satu pohon yang telah hidup agar tetap hidup.”, pesan Ika.

Newsrooom : Dwi Yuliani, CSF Malang

DOKTER CILIK SDN 02 SUKOHARJO PELAJARI CARA MENGUKUR STATUS GIZI

Malang, (28/10). Aksi pendampingan program Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah yang dilakukan oleh Rumah Zakat dan Cita Sehat di SDN  Sukoharjo 02 Kota Malang telah memasuki pertemuan ke-2.

Kali ini, Rumah Zakat memberikan materi tentang Antropometri (Status Gizi) yang disampaikan oleh Kak Gita yang membahas secara lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan cara mengetahui dan menjaga status gizi yang ideal bagi tubuh.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang digunakan untuk mengukur status gizi manusia antara lain pengukuran berat dan tinggi badan yang ideal untuk tubuh, serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA) untuk mengetahui indeks massa tubuh masing-masing siswa.

Kemudian dilanjutkan oleh Kak Femilya yang memandu kegiatan  ice breaking agar para kader UKS kembali fresh dan siap menerima materi selanjutnya yang disampaikan oleh dr. Putri mengenai UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

Seperti yang disampaikan dr. Putri untuk menciptakan UKS yang baik dan benar secara umum ada 3 indikator untuk kita dikatakan sehat yaitu secara:

– Fisik (PHBS, sikat gigi teratur, pemberian obat cacing aman, melakukan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan secara berkala),

– Mental (memberikan pendidikan ketrampilan hidup sehat di sekolah)

– Sosial (kawasan tanpa rokok, narkoba, kekerasan; memiliki kader dokter cilik yang cukup, angka ketidakhadiran di sekolah karena sakit yang rendah).

“Alhamdulillah, saya makin bersemangat melihat adek- adek begitu antusias dan juga bersemangat luar biasa mengikuti pembelajaran hari ini, mereka sangat aktif ketika mempraktikkan materi pengukuran status gizi, bahkan mereka begitu tertarik dan ingin segera bertemu kami lagi untuk mempraktikan materi-materi dipertemuan selanjutnya”, ungkap Kak Gita  salah satu perawat sekaligus pemateri dari Program Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah.

Selain diberikan materi, hari ini siswa juga diajak untuk berperan aktif dalam praktek pengukuran status gizi teman-temannya yang didampingi kakak-kakak relawan Rumah Zakat.

“Sangat menyenangkan, aku jadi tau cara ngukur berat badanku yang ideal kak, Jadi makin tau caranya hidup sehat, pengen segera dapat materi baru,  terimakasih kak, cepet datang lagi ya” ungkap Nendra satu dari kader Dokter Kecil yang bersemangat mengomentari pembelajaran hari ini.

Selain penyampaian dan mempraktikkan materi kali ini kami mengadakan battle yel-yel para Dokter Kecil (Dokcil) untuk membakar semangat mereka dan juga ajang pengakraban para dokcil   dengan tim Rumah Zakat selaku pemateri.

 “Saya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan PHBS serta melahirkan kader  DOKCIL yang dapat bertindak sebagai teladan, penggerak, dan pendorong PHBS di sekolah maupun lingkungan sekitarnya.”, pungkas dr. Putri.

Karena kesehatan di sekolah menjadi tanggung jawab semua bagian dari bangunan sekolah tersebut, termasuk bagian terkecilnya.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

PERDANA DILAKUKAN, BEGINILAH SUASANA PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DAN UKS DI SDN 02 SUKOHARJO KOTA MALANG

Malang, (14/10). Aksi pendampingan program Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah untuk pertama kali dilaksanakan di SDN 02 Sukoharjo kota Malang pada Sabtu 14 Oktober lalu.

Program ini pertama kali digagas oleh Cita Sehat Foundation selaku lembaga implementator Rumah Zakat yang kemudian diaminkan oleh Kepala Sekolah beserta jajarannya. Sehingga terwujudlah kerjasama diantara kedua belah pihak  yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama pada tanggal 20 September 2017.

Dari hasil penyaringan siswa dan seleksi selama satu minggu terpilihlah formasi 20 orang kader Dokter Kecil yang terdiri dari 5 siswa dari kelas III, 10 siswa dari kelas IV, dan 5 siswa dari kelas V.

Tulus Supriyatin, relawan medis Rumah Zakat kali ini  memberikan materi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat yang membahas secara lebih mendalam tentang kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang sering dilakukan anak anak tapi ternyata masih jauh dari pola hidup bersih dan sehat, seperti Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas aktifitas diluar ruangan, memilih makanan yang bersih dan sehat, menjaga kebersihan sanitasi dan lainnya, yang ternyata masih banyak yang belum dilaksanakan di sekolah.

Usai pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang dipimpin oleh Pratiwi Kusuma yang membuat anak-anak kembali fresh.Materi belum berhenti disana, masih ada Kak Novi Febriyanti yang menyampaikan materi tentang Demo Cuci Tangan.

“Alhamdulillah, aksi hari ini begitu luar biasa, membekas di ingatan, adek-adek begitu antusias mengikuti pembelajaran hari ini, sangat bersemangat dan aktif sekali, itu membuat kami para pemateri dan teman teman relawan juga ikut terbawa kesuasana yang bersemangat untuk berbagi ilmu dengan adek-adek, bahkan ketika kita bilang akan ada banyak kegiatan yang menanti mereka, mereka begitu tertarik dan ingin segera bertemu kami lagi”, ungkap Novi Febriyanti.

Materi semakin menarik dan mudah diterima anak-anak ketika penyampaian diiringi dengan lagu  6 langkah cuci tangan. Dan semakin lengkap ketika setelah menyanyi anak-anak diajak untuk mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar.

“Suka sekali, aku sangat bersemangat, materinya mengasyikan, pengen segera dapat materi baru, mimpiku menjadi dokter terasa begitu dekat, terimakasih kak, cepet datang lagi ya.”, ungkap Labibah satu dari kader Dokter Kecil bersemangat mengomentari pembelajaran hari ini.

Tulus Supriyatinpun mengungkapkan harapannya akan kegiatan ini. Ia berkata bahwa tahun ini adalah tahun pertama Program Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah dilaksanakan, ada banyak harapan dan manfaat yang ingin dibagikan dan ditebarkan seluas luasnya, dimulai dari sekolah kecil ini semoga kedepan akan lebih banyak sekolah sekolah yang mau bergabung bekerjasama saling bersinergi, sehingga tidak akan ada lagi sekolah yang harus mengalami kesulitan dalam mengelola UKS dan makin banyak siswa siswi yang menguasai skill dan kemampuan kemampuan dasar dalam pertolongan pertama serta hal hal yang berkaitan dengan kesehatan sekolah, sehingga pada akhirnya sekolah akan menjadi tempat yang “sehat” dalam arti sebenarnya.

Karena kesehatan di sekolah menjadi tanggung jawab semua bagian dari bangunan sekolah tersebut, termasuk bagian terkecilnya.

 

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

SEKARANG AKU TAHU MAKANAN SEHAT DAN HALAL

Malang (06/10). Cita Sehat Fondation kembali menggelar program Care For Teen (CFT) yang bertajuk “Makanan Sehat dan Halal”. CFT kali ini bersama para siswa SMP Muhammadiah 6 Malang. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 siswa. Acara dimulai sejak pukul 14.00 WIB yang bertempat di Aula SMP.

Materi kali ini menjelaskan kepada anak-anak pentingnya memenuhi kebutuhan makanan harian, cara memilih makanan yang halal dan waspada terhadap beberapa jenis makanan terutama makanan kemasan. Makanan kemasan yang di jual dipasaran setidaknya harus tersertifikasi Badan POM dan mendapat label halal dari MUI

Sesi selanjutnya, siswa dibentuk menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 6 orang. Setiap kelompok diberikan 2 produk makanan kemasan dan disuruh untuk mengamati sertifikat apa saja yang terdapat dalam makanan kemasan tersebut. Selain itu para siswa disuruh menebak makanan tersebut diproduksi di dalam negeri atau luar negeri dengan cara melihat kode MD/ML pada sertifikat Badan POM.

Pada akhir sesi perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka. Mereka mulai memahami jika tidak semua produk makanan kemasan yang dijual dipasaran bersertifikat Badan POM ataupun berlabel halal dari MUI.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, saya sangat senang sekali banyak anak anak yang antusias terhadap materi ini. Harapannya semoga anak-anak bisa tetap waspada terhadap makanan kemasan yang akan dibelinya.”, tutur Hendrik Ferdi Setiawan, pemateri Care For Teen kali ini.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

LATIH KEKOMPAKAN, CARE FOR TEENS MALANG LAKUKAN INI .

Malang (06/10),Rumah Zakat bersama Cita Sehat Foundation kembali menggelar program Care For Teens (CFT) yang bertajuk “Team Building and Team Work”. Sedikit berbeda dari CFT sebelumnya, CFT kali ini bersama para siswa SMP Muhammadiah 6 Dau. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 140 siswa.

Acara dimulai sejak pukul 19:30 WIB yang bertempat di Lapangan Upacara SMP. Kegiatan CFT kali ini sengaja dilakukan di luar ruangan guna melatih kekompakan para siswa.

Ada beragam permainan outbond yang dimainkan dalam kegiatan ini. Adapun permainannya seperti permainan “Benar Salah”, “Hinggap Tangkap” dan “Estafet Air”.

Ketiga permainan tersebut mendapat respons yang positif dari para siswa. Raut kebahagiaan juga terpancar dari wajah mereka setelah menuntaskan ketiga permainan tersebut.

Dari permainan estafet air dihasilkab beberapa juara antara lain kelas 7B (juara 1), tim perempuan (juara 2) dan kelas 8B (juara 3).

 “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. semoga semakin kompak dalam menjalankan amanah dan bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua, sekolah, bangsa dan negara,” tutur Deny Prabasworo, salah satu fasilitator Care For Teen Malang.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

CARE FOR TEENS MALANG BERKREASI DENGAN HATI

Malang (05/10). Rumah Zakat bersama Cita Sehat kembali melaksanakan program Care For Teen (CFT). Program ini rutin dilaksanakan sepekan sekali di SMP Muhammadiah 6, salah satu sekolah entrepreneur di Kota Malang.

CFT kali ini mengambil tema “Daur Ulang Sampah Gelas Plastik” yang dibawakan oleh Kak Tulus Supriyatin, Relawan Nusantara Malang. CFT kali ini dihadiri 24 peserta yang terdiri dari 16 anak laki-laki dan 8 anak perempuan

Permasalahan tentang sampah sangat menarik untuk di bahas. Banyak remaja yang masih belum paham terkait cara pengelolaan sampah. Adapun salah satu cara pengelolaan sampah adalah daur ulang.

Peserta CFT hari ini diajarkan untuk membuat kotak tisu. Bahan yang digunakan untuk membuat kotak tisu tersebut yaitu gelas plastik bekas dan tali kur. sedangkan alat yang dipakai yakni lem tembak.

“Alhamdulillah, adik”nya aktif dan cukup antusias. Walaupun tadi ada kendala sedikit dari kakak” pendamping. Harapannya semoga ilmu tadi bisa dipraktekkan di rumah untuk mengisi waktu luang”, tutur Kak Tulus , pemateri CFT kali ini.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang

PERINGATI HARI ALZHEIMER SEDUNIA DI KOTA MALANG

Malang, (24/9). Rumah Zakat bersama Cita Sehat turut berpartisipasi dalam kegiatan Alzheimer’s Fair 2017 di Kota Malang. Kegiatan yang digelar oleh Alzheimer’s Indonesia dalam memperingati Hari Alzheimer Sedunia.

Bertempat di Car Free Day di halaman Perpustakaan Kota Malang, Cita Sehat dan Rumah Zakat hadir dengan stand Siaga Sehat. Di stand tersebut, warga dapat melakukan pemeriksaan metabolik tubuh seperti cek tekanan darah, asam urat dan kolesterol.

Selain itu, berbagai agenda dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap Demensia Alzheimer seperti konsultasi dengan multidisipliner, jalan sehat lansia, brain gym demo serta makan buah dan sayur bersama.

“Kami tentu senang dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan Alzheimer’s Fair 2017 ini. Dimana salah satu program kami juga ada yang berkaitan dengan penyakit yang satu ini yaitu Ramah Lansia. Semoga para lansia di Kota Malang menjadi lebih aware terhadap Alzheimer,” tutur Dwi Yuliani, Public Health Cita Sehat Malang.  

Newsroom : Nurul Rahayu

CARE FOR TEENS MALANG BERSAHABAT BAIK DENGAN SAMPAH

Malang, (14/9). Kegiatan Care For Teen hadir kembali di Auditorium SMP Muhammadiyah 6 Malang, kali ini siswa belajar peduli dengan lingkungan sekitar yang kerap dihadiri bertumpuk-tumpuk sampah karena kurang rasa peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah. Kali ini materinya tentang pengelolaan sampah sangat penting sekali siswa dikenalkan dan diajak untuk peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah yang sumber pemicunya adalah sampah.

Sampah merupakan salah satu permasalahan utama di Indonesia. Tidak hanya di kota tetapi juga di desa. Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarang menimbulkan banyak masalah lingkungan. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang baik dan benar perlu diperhatikan dan ditanamkan kepada para siswa. Agar mereka mampu menjadi terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya. Hal ini dilakukan agar para penerus bangsa ini mampu menjaga kebersihan dan keindahan lingkunganya sehingga tercipta kehidupan yang nyaman.

Kota besar di Indobesia sangat identik dengan kotor dibandingkan dengan negara tetangga Singapura yang merupakan kota terbersih di Asia masih jauh. Namun tidak perlu pesimis, karena pembelajaran pengelolaan sampah dengan 3R (reduse, reuse dan recycle) yang diberikan kepada siswa diharapkan mampu membuka wawasan bagi siswa untuk peduli terhadap sampah dan kebersihan.

“Dari pembelajaran tentang pengelolaan sampah, dengan ini siswa bisa tahu betapa sangat pentingnya kebersihan lingkungan sekolah, jika lingkungan kotor dampak buruknya juga terjadi pada warga sekolah, bahkan penyakit pun juga akan mudah bersahabat dengan tempat-tempat yang kotor. Semoga dengan pembelajaran hari ini siswa sudah tersadarkan untuk membuang sampah pada tempatnya yang sudah di sediakan dari sekolah,” ungkap Deny Prabasworo selaku Guru.

Newsroom : Dwi Yuliani, CSF Malang