REGANGKAN DAN KUATKAN OTOT

Kesehatan jantung dan pembuluh darah mungkin menjadi indikator terbaik untuk menilai tingkat kebugaran kita. Namun, ketahanan fisik dan struktur tubuh serta kelenturan dan kekuatan otot juga perlu dipertimbangkan dalam menjaga stamina tubuh kita. Nah push up, latihan beban dan peregangan dapat dilakukan untuk menjaga kelenturan dan kekuatan otot tubuh kita. Berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh tubuh dengan melakukan olahraga tersebut adalah :

1. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dilakukan jika otot-otot tubuh Sahabat sehat menjadi kuat.
2. Otot-otot yang lentur dan kuat akan membantu meminimalisir ketegangan otot yang biasanya muncul saat kita merasa stress.
3. Otot-otot perut dan punggung bawah (pinggang) yang kuat akan membantu mencegah timbulnya masalah pada punggung.
4. Latihan untuk memperkuat otot-otot tertentu secara spesifik bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan Sahabat sehat dalam melakukan latihan fisik (olahraga).

Tersebut diatas adalah manfaat yang akan kita rasakan bila melakukan peregangan otot secara rutin. Gerakan peregangan otot dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya :

1. Stretching statis

Ini adalah jenis peregangan yang dilakukan dalam posisi yang cukup menantang, namun nyaman dalam jangka waktu tertentu, biasanya berkisar antara 10-30 detik. Peregangan statis adalah bentuk yang paling umum dari peregangan yang ditemukan dalam latihan kebugaran umum dan dianggap efektif untuk meningkatkan fleksibilitas keseluruhan.

Selain itu, banyak ahli yang menganggap bahwa peregangan statis jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan peregangan dinamis untuk meningkatkan rentang gerak dalam gerakan fungsional, termasuk olahraga dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Stretching dinamis

Ini adalah peregangan yang dilakukan dengan bergerak melalui berbagai tantangan, tetapi nyaman untuk digerakkan berulang kali, biasanya hingga 10-12 kali. Meskipun dinamis, peregangan ini memerlukan koordinasi yang lebih tinggi dibandingkan peregangan statis. Peregangan ini sangat digemari oleh atlet, pelatih, instruktur dan terapis fisik karena manfaatnya dalam meningkatkan rentang fungsional gerak dan mobilitas dalam olahraga dan kehidupan sehari-hari.

3. Stretching pasif

Maksudnya pasif di sini adalah Sahabat sehat menggunakan semacam bantuan dari luar untuk  membantu Anda mencapai peregangan. Bantuan ini bisa jadi merupakan berat tubuh kita, tali, gravitasi, orang lain, atau perangkat peregangan. Dengan peregangan pasif, Sahabat sehat dapat mengendurkan otot dan mencoba melakukan peregangan, dengan bergantung kepada kekuatan eksternal untuk menahan Anda. Anda biasanya tidak harus selalu bekerja dengan sangat keras dalam peregangan ini, namun selalu ada risiko bahwa kekuatan eksternal akan lebih kuat dari Anda, sehingga itu dapat menyebabkan cedera.

4. Stretching aktif

Ini adalah peregangan otot yang melibatkan kontraksi otot yang bertentangan dengan apa yang Anda regangkan. Sahabat sehat tidak menggunakan tubuh, tali, gravitasi,orang lain, atau perangkat peregangan seperti peregangan pasif. Dengan peregangan aktif, Anda mengendurkan otot yang akan Anda regangkan dan bergantung pada otot lainnya untuk memulai peregangan. Peregangan aktif dapat sangat menantang, karena kekuatan otot diperlukan untuk menghasilkan peregangan, namun ini berisiko rendah, karena Anda mengandalkan kekuatan sendiri dibandingkan dengan kekuatan ekstrenal.

5. Stretching isometrik

Dalam peregangan isometrik, Sahabat sehat menolak peregangan dengan menarik otot ke posisinya. Misalnya, pasangan Anda memegang kaki Anda tinggi-tinggi saat Anda mencoba untuk menarik kaki ke arah yang berlawanan. Ini adalah peregangan dengan metode paling aman dan efektif untuk meningkatkan jangkauan sendi gerak, serta memperkuat tendon dan ligamen dengan tetap mempertahankan fleksibilitas mereka.

6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

Ini adalah jenis yang menggabungkan peregangan isometrik, statis, dan pasif untuk mendorong tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. Lakukan hal itu dengan meregangkan otot pasif; melakukan kontraksi secara isometrik melawan hambatan dengan posisi berbaring; dan melakukan peregangan pasif melalui peningkatan jangkauan yang dihasilkan dari gerakan. Ini merupakan bentuk lanjutan dari pelatihan fleksibilitas yang juga membantu dalam meningkatkan kekuatan.

 

Dikutip dari laman hellosehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *