Gunungkidul — Upaya pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi dan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, perubahan perilaku, peningkatan kapasitas kader, hingga dukungan terhadap lingkungan dan sanitasi yang sehat. Hal inilah yang menjadi landasan Cita Sehat bersama Herbalife Indonesia dalam meluncurkan Program Pencegahan Stunting & Upaya Sanitasi di Posyandu Sendowo Kidul, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin (7/9).
Mengusung slogan “Bersama Cegah Stunting dan Optimalisasi Sanitasi untuk Generasi Sehat dan Cerdas”, program ini dirancang sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat setempat.
Kolaborasi untuk Membangun Generasi Lebih Sehat
Launching program dihadiri oleh Director Herbalife Indonesia, Director of Public Affairs Herbalife Indonesia, Direktur Cita Sehat, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, perwakilan pemerintah daerah, Lurah Kedungkeris, perwakilan kepolisian, perwakilan TNI, serta Koordinator PLKB Kapanewon Nglipar.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dari semangat kolaborasi untuk memastikan program kesehatan dapat berjalan secara terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Director Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyampaikan bahwa Herbalife Indonesia merupakan perusahaan kesehatan dan kebugaran global yang berkomitmen membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat melalui nutrisi yang baik, gaya hidup sehat dan aktif, serta edukasi kesehatan.
“Kami merasa terhormat karena bisa bekerja sama dengan Cita Sehat dalam meluncurkan program pencegahan stunting dan sanitasi berbasis masyarakat di Desa Kedungkeris. Program tiga tahun ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah dalam penurunan stunting dan mewujudkan generasi #IndonesiaLebihSehat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya berkaitan dengan gizi, tetapi juga edukasi, perubahan perilaku hidup sehat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta akses terhadap lingkungan dan sanitasi yang lebih baik.
Pencegahan Stunting Dimulai dari Lingkungan Masyarakat
Program ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Edukasi kesehatan, penguatan kapasitas kader, pendampingan keluarga, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta penguatan praktik hidup bersih dan sehat menjadi bagian dari intervensi yang akan dilakukan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pencegahan stunting yang tidak hanya berfokus pada kondisi anak, tetapi juga memperhatikan faktor yang memengaruhi tumbuh kembang sejak masa sebelum kehamilan, kehamilan, hingga periode pertumbuhan anak.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, program diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengenali faktor risiko stunting sekaligus menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap sanitasi juga menjadi bagian penting dalam program. Lingkungan yang sehat dan akses terhadap sanitasi yang layak merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menciptakan kondisi yang mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.
Posyandu Sendowo Kidul Jadi Ruang Kesehatan Multifungsi
Komitmen terhadap pencegahan stunting juga diwujudkan melalui penguatan sarana di tingkat masyarakat.
Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak, khususnya Herbalife Indonesia yang telah mengawali pembangunan gedung posyandu di Kedungkeris.
Menurutnya, keberadaan gedung tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap program kesehatan, tetapi juga menjadi tambahan fasilitas yang dapat memperkuat aktivitas masyarakat.
Kini, fasilitas tersebut tidak hanya digunakan sebagai posyandu, tetapi juga menjadi ruang multifungsi bagi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan mencakup penimbangan balita, remaja, dan lansia, serta menjadi ruang koordinasi kader, kegiatan memasak, kelompok remaja, kelompok tani, dan masyarakat di Sendowo Kidul.
“Gedung ini tidak hanya menjadi simbolis, tetapi juga tambahan fasilitas dan sarana untuk memupuk semangat dan usaha kami dalam pencegahan stunting di kelurahan kami,” ujarnya.
Pemanfaatan fasilitas secara multifungsi diharapkan dapat memperluas peran ruang kesehatan masyarakat sebagai tempat edukasi, koordinasi, dan penggerak berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan warga.
Serangkaian Intervensi Kesehatan Selama Program Berjalan

Sebagai mitra pelaksana, Direktur Cita Sehat, Ali Mujianto, S.I.P., M.M., menyampaikan bahwa Cita Sehat mengapresiasi kepercayaan Herbalife Indonesia dalam menjalankan program CSR kesehatan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Cita Sehat akan menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat aspek promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Dalam empat bulan ke depan, rangkaian kegiatan tersebut mencakup Gebyar Senam Sehat Healthy Active Lifestyle (HAL) Campaign, Seminar Nutrisi Healthy Active Lifestyle (HAL) Campaign, Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Kesehatan, Pelatihan Kader KB, suplementasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu, Peer-Assistant bagi ibu hamil dan ibu menyusui, senam ibu hamil, serta Workshop Memasak PMT dan Isi Piringku.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus memperkuat peran kader sebagai penggerak kesehatan di lingkungan sekitar.
Harapan untuk Program yang Berkelanjutan
Dukungan terhadap program juga datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan harapan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap penurunan angka stunting sebagai salah satu indikator kesehatan masyarakat.
“Semoga program ini berkelanjutan. Semoga angka stunting-nya menurun karena itu salah satu indikator kesehatan. Semoga ada rencana wilayah lebih luas lagi, bukan hanya Kedungkeris,” ungkap perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.
Harapan tersebut menunjukkan pentingnya keberlanjutan intervensi kesehatan agar dampak program tidak berhenti pada kegiatan launching, tetapi dapat terus dirasakan dan dikembangkan di tingkat masyarakat.
Bagi Cita Sehat, keberlanjutan program kesehatan membutuhkan kemitraan yang konsisten antara lembaga, pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.
Dari Kedungkeris untuk Indonesia yang Lebih Sehat
Melalui program ini, Cita Sehat bersama Herbalife Indonesia berupaya memperkuat ekosistem kesehatan masyarakat dengan menggabungkan edukasi, peningkatan kapasitas, intervensi nutrisi, aktivitas fisik, serta penguatan sanitasi dan lingkungan sehat.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Cita Sehat untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan akses layanan dan edukasi kesehatan yang inklusif, bermutu, serta berkelanjutan dari lingkup terkecil masyarakat.
Pencegahan stunting bukan hanya tentang memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Lebih dari itu, dibutuhkan keluarga yang memiliki pengetahuan kesehatan, lingkungan yang mendukung, perilaku hidup sehat, kader yang kompeten, serta akses terhadap fasilitas dan layanan kesehatan yang memadai.
Dari Posyandu Sendowo Kidul, Kalurahan Kedungkeris, kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.
Bersama mencegah stunting, memperkuat sanitasi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.


