Lebak, 19 Juni 2025 – Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, kesehatan, dan masa depan seseorang. Namun, di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini, masih banyak yang belum memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi.

Data menunjukan Perkawinan anak meningkat 7 kali lipat sejak 2016. Di tahun 2022 yaitu mencapai 52.390. 90% ajuan dispensasi nikah tidak bisa ditolak karena alasan kehamilan (Badan Peradilan Agama MA per 13 Januari 2023). Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi dan penguatan karakter remaja masih menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan remaja, Cita Sehat bersama Rumah Zakat melalui program Care For Teens menyelenggarakan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Pondok Pesantren Al Qudwah, Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Juni 2025 ini diikuti oleh 100 santri dan turut dihadiri oleh Branch Manager Rumah Zakat Kota Cilegon serta perwakilan Pondok Pesantren Al Qudwah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan remaja.
Edukasi Menjadi Langkah Awal Mencegah Berbagai Risiko pada Remaja
Remaja yang memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi cenderung lebih mampu menjaga dirinya dari berbagai perilaku berisiko, termasuk pernikahan usia dini, infeksi menular seksual, maupun berbagai persoalan kesehatan lainnya.
Karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya membahas perubahan fisik selama masa pubertas, tetapi juga membentuk kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab, menjaga kesehatan diri, dan memanfaatkan masa mudanya untuk kegiatan yang positif.
Belajar Kesehatan Reproduksi dengan Cara yang Menyenangkan
Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, pembagian snack sehat, serta pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai kesehatan reproduksi.
Suasana kemudian semakin hidup melalui sesi ice breaking yang membuat peserta lebih siap mengikuti materi.
Edukasi disampaikan oleh Sari Ratna Dewi, A.Md.Keb., yang membahas kesehatan reproduksi dan gizi remaja secara komunikatif serta mudah dipahami oleh para santri.
Selain menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, pemateri juga mengenalkan berbagai jenis cairan yang umum keluar dari organ reproduksi serta cara membedakan kondisi yang normal maupun yang memerlukan perhatian medis.
Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, praktik sederhana, dan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Suasana semakin meriah dengan pembagian berbagai doorprize kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengisi post-test untuk melihat peningkatan pemahaman setelah mengikuti sesi edukasi.
Mengajak Remaja Menjadi Lebih Produktif
Dalam penyampaiannya, Sari Ratna Dewi, A.Md.Keb., mengingatkan bahwa masa remaja merupakan kesempatan emas untuk membangun masa depan.
“Masa remaja adalah waktu yang sangat berharga. Gunakan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat menambah pengetahuan peserta dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau juga mengapresiasi antusiasme para santri yang aktif berdiskusi dan mengikuti praktik selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi untuk Melahirkan Generasi yang Lebih Sehat

Program Edukasi Kesehatan Remaja merupakan bagian dari komitmen Cita Sehat bersama Rumah Zakat dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang promotif dan preventif bagi generasi muda Indonesia.
Melalui kolaborasi bersama sekolah, pesantren, tenaga kesehatan, dan dukungan para donatur, semakin banyak remaja yang memperoleh akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar dan berbasis ilmu pengetahuan.
Harapannya, para peserta tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, produktif, dan mampu mengambil keputusan yang bijaksana untuk masa depan.


