Tanjungbalai, 30 Juli 2025 – Upaya pencegahan stunting tidak dimulai ketika anak lahir, melainkan sejak masa kehamilan. Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, Cita Sehat bersama Rumah Zakat menyelenggarakan kegiatan KEK (Kekurangan Energi Kronis) – Edukasi Stunting dan Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Datuk Bandar Timur, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai.
Kegiatan yang diikuti oleh 10 ibu hamil ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), bahkan sejak janin berada dalam kandungan.

Kesehatan Ibu Menentukan Masa Depan Anak
Kesehatan ibu hamil masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Tingginya angka anemia, preeklamsia, kekurangan energi kronis (KEK), hingga komplikasi kehamilan menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada angka yang memerlukan perhatian serius. Di sisi lain, Angka Kematian Bayi (AKB) juga masih berada di atas target pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dan pemenuhan gizi ibu hamil merupakan langkah penting dalam memutus rantai masalah kesehatan yang dapat berdampak pada generasi mendatang.
Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai stunting dan kebutuhan gizi selama kehamilan.
Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi edukasi yang disampaikan oleh Delfi Yuliana, A.Md.Keb, yang memberikan pemahaman mengenai penyebab stunting, faktor risiko yang dapat terjadi selama kehamilan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh ibu sejak dini.
Materi juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa kehamilan, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan calon bayi.
Untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test yang menjadi bagian dari evaluasi keberhasilan edukasi.
Paket Gizi untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Janin
Selain mendapatkan edukasi kesehatan, seluruh peserta juga menerima paket gizi ibu hamil yang berisi bahan makanan pendukung pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan agar para ibu tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki akses terhadap asupan gizi yang lebih baik.
Salah seorang peserta mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Bu, saya kalau di rumah jarang sekali bisa minum susu dan memenuhi gizi khusus untuk ibu hamil. Banyak kebutuhan lain yang harus didahulukan, seperti makan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak. Karena itu saya datang lebih awal untuk mengikuti kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan pengetahuan, kami juga sangat bersyukur mendapatkan paket gizi yang insyaAllah membantu memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan,” ungkap salah satu peserta.
Kisah tersebut menggambarkan bahwa masih banyak ibu hamil yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Oleh karena itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi penting untuk memastikan setiap ibu memiliki kesempatan melahirkan generasi yang sehat.
Bersama Mencegah Stunting dari Akar Permasalahan
Melalui program KEK, Edukasi Stunting dan Gizi Ibu Hamil, Cita Sehat dan Rumah Zakat terus berupaya menghadirkan intervensi kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.
Dukungan para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini turut membantu menghadirkan edukasi kesehatan dan akses gizi bagi ibu hamil yang membutuhkan. Harapannya, semakin banyak ibu yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting.
Karena mencegah stunting bukan hanya tentang pertumbuhan anak hari ini, tetapi tentang membangun masa depan Indonesia yang lebih sehat di masa mendatang.

