Sebuah refleksi dari Cita Sehat atas kebijakan pelabelan gizi terbaru dan jalan panjang yang masih harus ditempuh bersama masyarakat.
Posisi Cita Sehat: Bekerja di Hulu, Sebelum Klinik Penuh
Cita Sehat berdiri sejak 2008 dengan satu keyakinan yang sederhana namun keras, mencegah jauh lebih murah, lebih manusiawi, dan lebih berkelanjutan daripada mengobati. Empat pilar layanan kesehatan masyarakat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, kami ada di semuanya. Tetapi sebagai NGO kesehatan, promotif dan preventif adalah arah utama kami, sementara klinik dan layanan ambulans menopang sisi kuratif-rehabilitatif.
Mengapa fokus ini menjadi semakin relevan justru setelah Nutri-Level diterbitkan?
Karena Nutri-Level adalah alat. Cita Sehat hadir sebagai mata rantai yang menerjemahkan alat itu menjadi perubahan perilaku nyata di komunitas, terutama di komunitas yang paling sering luput dari kebijakan berbasis pasar formal.
Lima Garis Kerja Cita Sehat dalam Konteks PTM (Penyakit Tidak Menular)
- Edukasi Gizi Berbasis Komunitas
Nutri-Level akan bekerja jika masyarakat tahu cara membaca dan memaknainya. Cita Sehat menerjemahkan label dari bahasa kemasan ke bahasa keluarga melalui posyandu, majelis ibu, kader kesehatan, sekolah, dan tempat ibadah. Kami tidak menunggu masyarakat datang; kami datang ke mereka.
- Skrining Dini Faktor Risiko PTM
Tujuh dari sepuluh penderita PTM tidak tahu dirinya sakit. Cita Sehat menutup celah ini lewat Aksi Sehat, layanan kesehatan keliling, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, lingkar perut yang menjangkau wilayah yang tidak terjangkau fasilitas kesehatan formal. Sebelum Nutri-Level menyelamatkan, deteksi dini menyelamatkan lebih dulu.
- Kebun Gizi dan Ketahanan Pangan Keluarga
Mengurangi konsumsi GGL tidak cukup; harus ada alternatif. Program Kebun Gizi memberdayakan keluarga menanam sayur dan buah di pekarangan menggeser pola konsumsi dari makanan ultra-proses ke pangan segar lokal. Ini intervensi struktural, bukan sekadar nasihat.
- Pendampingan Lansia Ramah PTM
Lansia adalah kelompok dengan beban PTM tertinggi. Program Ramah Lansia Cita Sehat memadukan senam, edukasi gizi rendah GGL, kontrol tekanan darah rutin, dan dukungan psikososial. Tujuannya bukan memperpanjang usia di kursi roda, tetapi memperpanjang usia produktif yang berkualitas.
- Penanggulangan Stunting sebagai Investasi Jangka Panjang
Jarang dikaitkan, tetapi kuat secara ilmiah: anak yang stunting punya risiko lebih tinggi mengalami obesitas dan PTM saat dewasa. Memutus rantai stunting hari ini berarti menahan gelombang PTM 20 tahun ke depan. Inilah arah promotif-preventif yang menjangkau lintas generasi.
Mengapa Cita Sehat perlu mengambil peran di Era Nutri-Level
Pemerintah punya kekuatan regulasi. Industri punya skala produksi. Tetapi keduanya bertemu di satu titik yang seringkali tidak tersentuh: rumah tangga, warung, sekolah, dan kampung. Di titik inilah kebijakan menjadi nasi atau menjadi sekadar wacana.
Cita Sehat memposisikan diri di titik itu bukan untuk menggantikan negara, melainkan untuk menjembatani kebijakan dengan kehidupan sehari-hari. Ketika Kemenkes meluncurkan Nutri-Level, Cita Sehat menerjemahkannya. Ketika industri masih dalam masa transisi sukarela, Cita Sehat sudah masuk ke desa-desa untuk membangun literasi gizi. Ketika label belum wajib, kami sudah mengajarkan keluarga membaca label nutrisi yang sudah ada.
Posisi kami jelas: kami adalah operator promotif-preventif yang berakar di komunitas, bekerja menjangkau mereka yang paling rentan, dan berkolaborasi dengan pemerintah, korporasi, serta filantropi untuk menekan kurva PTM Indonesia.
Tidak Ada yang Bisa Sendiri
Pesan ini saya sampaikan bukan sebagai laporan, tetapi sebagai undangan.
Kepada pemerintah: Nutri-Level perlu segera diperkuat dengan label peringatan eksplisit, dipercepat menjadi wajib, dan dilengkapi pembatasan iklan untuk anak. Tetapi regulasi tanpa eksekusi komunitas akan tetap timpang. Mari kita bekerja bersama menutup celah itu.
Kepada dunia usaha: PTM adalah ancaman terhadap produktivitas tenaga kerja Indonesia. Investasi dalam program promotif-preventif. Melalui CSR, kemitraan, atau program kesehatan karyawan adalah investasi pada masa depan bisnis Anda sendiri. Cita Sehat siap menjadi mitra implementasi yang akuntabel.
Kepada masyarakat: Bacalah label. Periksakan diri secara berkala. Kurangi gula, garam, dan lemak. Tanam apa yang bisa Anda tanam. Ajak tetangga. Ajak keluarga. Tidak ada perubahan yang terjadi karena satu label, perubahan terjadi karena jutaan keputusan kecil setiap hari.
Kepada keluarga besar Cita Sehat: Relawan, kader, mitra, dan donatur, terima kasih sudah berdiri di garis hulu. Pekerjaan kita belum selesai. Justru baru dimulai.
“Indonesia sehat paripurna” bukan slogan. Itu adalah pekerjaan rumah lintas generasi — yang dimulai dari label di kemasan, berlanjut ke piring keluarga, dan diselesaikan di posyandu, kebun gizi, dan ruang tamu setiap rumah Indonesia.
Cita Sehat
Promotif-Preventif
Berakar di komunitas. Berdampak lintas generasi.
Sumber:
- Kompas, “Tingkatkan Kesadaran Konsumen, Nutrilevel Mesti Disertai Label Peringatan” (17 April 2026)
- Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kementerian Kesehatan RI
- Riskesdas 2018, Kementerian Kesehatan RI
- WHO NCD Country Profile Indonesia 2018
- Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (Cisdi)
- Cita Sehat Foundation, citasehat.org


