Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Cita Sehat melalui Program Kampung Seraya Cita Sehat menyelenggarakan kegiatan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) pada 26 Mei 2026. Kegiatan skrining PTM tersebut dilaksanakan secara intensif di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan metabolik lainnya menjadi salah satu tantangan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Banyak kasus PTM tidak terdeteksi sejak dini karena minimnya pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga masyarakat baru mengetahui kondisi kesehatannya ketika gejala mulai muncul atau bahkan ketika penyakit telah berkembang lebih lanjut.
Melalui kegiatan skrining ini, warga memperoleh kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya secara langsung. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan kolesterol, gula darah, asam urat, serta tekanan darah (tensi). Pemeriksaan tersebut menjadi langkah awal untuk mengenali faktor risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.
Program Kampung Seraya Cita Sehat hadir sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif yang dijalankan Cita Sehat. Selain memberikan akses layanan kesehatan, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Hasil Analisis Medis & Temuan Lapangan
Dari hasil pemeriksaan spesifik terhadap parameter metabolik warga Desa Ntonggu, tim Kampung Seraya menemukan beberapa catatan kesehatan krusial yang memerlukan tindak lanjut serius:
- Kasus Asam Urat Tinggi Mendominasi: Dari total 48 warga yang menjalani pemeriksaan asam urat, ditemukan fakta bahwa 32 orang di antaranya memiliki kadar asam urat di atas ambang batas normal (tinggi). Sementara itu, hanya 16 orang yang memiliki kadar asam urat normal.
- Profil Kolesterol yang Mengkhawatirkan: Berdasarkan pemeriksaan kolesterol terhadap 50 peserta, didapati bahwa hanya 22 orang yang berada dalam status normal. Selebihnya, sebanyak 18 orang berada dalam kategori batas tinggi (borderline) dan 10 orang sudah masuk dalam kategori kolesterol tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% peserta skrining memiliki risiko kardiovaskular akibat fluktuasi kolesterol.
- Alarm Gula Darah & Prediabetes: Pada indikator Glukosa Acak, mayoritas warga (44 orang) berada dalam kondisi normal, dan hanya 6 orang yang terdeteksi tinggi. Namun, pada pengujian Glukosa Puasa, tercatat sebanyak 38 warga masuk dalam fase prediabetes, 6 orang berada di kondisi normal, dan 6 orang terkonfirmasi tinggi. Tingginya angka prediabetes ini menjadi peringatan dini (early warning) bagi warga agar segera memperbaiki pola konsumsi harian sebelum berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2.

Melalui kegiatan skrining PTM, masyarakat diharapkan semakin memahami kondisi kesehatannya dan terdorong untuk melakukan langkah pencegahan yang diperlukan. Deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi risiko komplikasi penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Cita Sehat meyakini bahwa upaya mewujudkan masyarakat yang sehat memerlukan kolaborasi berbagai pihak serta keterlibatan aktif masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, program-program kesehatan yang berfokus pada aspek promotif dan preventif akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Cita Sehat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada donatur. Dukungan yang konsisten telah memungkinkan program preventif seperti skrining PTM ini berjalan dengan sukses, membawa manfaat berkelanjutan, serta membuka jalan bagi terciptanya masyarakat perdesaan Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan produktif.


