Nuha, Luwu Timur — Kader kesehatan memegang peranan penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Mereka menjadi penghubung antara fasilitas kesehatan dengan warga, mulai dari edukasi, pendataan, hingga pendampingan di tingkat keluarga. Namun, besarnya peran tersebut harus diimbangi dengan kapasitas yang memadai agar layanan yang diberikan tetap berkualitas dan sesuai standar.
Menjawab kebutuhan tersebut, Cita Sehat bersama PT Astra International Tbk menghadirkan Program Kader Asuh sebagai bagian dari implementasi Program Percepatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan selama periode Mei 2025 hingga Mei 2026.
Program ini menjadi inovasi dalam pemerataan pengetahuan kader kesehatan, sehingga hasil pelatihan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kelas, tetapi dapat terus diteruskan kepada kader lain di seluruh wilayah kerja Puskesmas Nuha.
Meningkatkan Kapasitas Kader sebagai Garda Terdepan Kesehatan
Transformasi layanan kesehatan primer tidak hanya membutuhkan fasilitas yang memadai, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten. Kader kesehatan menjadi ujung tombak pelayanan karena mereka hadir paling dekat dengan masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan Posyandu, kunjungan rumah, promosi kesehatan, hingga deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan.
Melihat urgensi tersebut, Cita Sehat mengembangkan pendekatan Kader Asuh, sebuah sistem pembelajaran berjenjang yang memungkinkan kader terbaik menjadi mentor bagi kader lainnya.
Melalui pendekatan ini, transfer ilmu berlangsung lebih luas, berkelanjutan, dan mampu menjangkau kader yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan secara langsung.
Berawal dari Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader
Kader Asuh lahir dari keberhasilan pelaksanaan Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader, yang dilaksanakan pada 3 September – 27 September 2025 dengan empat kali pertemuan dan dua kali assessment.
Pada proses sosialisasi dan assessment yang berlangsung pada 22 Juli 2025, turut hadir berbagai pemangku kepentingan, di antaranya:
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur
- Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur
- Pemerintah Kecamatan Nuha
- Kepala UPTD Puskesmas Nuha
- Kepala Desa Nikkel
Hasil kesepakatan menetapkan sebanyak 45 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari:
- 11 bidan
- 34 kader kesehatan
Peserta tersebut berasal dari wilayah layanan yang mencakup:

Pelatihan ini menjadi pondasi penting dalam meningkatkan kompetensi kader untuk mendukung implementasi Integrasi Layanan Kesehatan Primer.
Melahirkan Kader Terbaik untuk Menjadi Penggerak
Setelah melalui rangkaian pembelajaran dan assessment, pelatihan menghasilkan kader-kader dengan kompetensi terbaik.

Khusus bagi kader dengan Predikat Utama, mereka diberikan tanggung jawab lebih besar sebagai Kader Asuh, yaitu menjadi narasumber sekaligus mentor bagi kader lain yang belum mengikuti pelatihan.
Ketiganya memiliki peran strategis dalam memastikan materi 25 Kompetensi Dasar Kader dapat dipahami dan diterapkan secara benar oleh kader kesehatan lainnya.
Kader Mengajar Kader, Pengetahuan Menjangkau Lebih Luas

Kader Asuh berperan sebagai kader yang telah memiliki kompetensi tinggi membimbing sesama kader di wilayahnya.
Melalui metode ini, proses transfer pengetahuan menjadi lebih efektif karena dilakukan oleh rekan sejawat yang memahami kondisi lapangan dan tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Selain mempercepat pemerataan kompetensi, pendekatan ini juga memperkuat budaya belajar bersama antar kader sehingga kualitas pelayanan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi strategi untuk memastikan investasi pelatihan memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan hanya kepada peserta pelatihan.
Membangun Layanan Kesehatan Primer yang Berkelanjutan
Kader Asuh menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada investasi terhadap manusia yang menjalankan pelayanan tersebut.
Melalui kolaborasi PT Astra International Tbk dan Cita Sehat, kader kesehatan diberikan ruang untuk terus berkembang, berbagi pengetahuan, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan semakin banyak kader yang memahami 25 Kompetensi Dasar Kader, diharapkan pelayanan kesehatan primer di wilayah Nuha semakin merata, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pada setiap siklus kehidupan.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas kader merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tentang Cita Sehat
Cita Sehat merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Bersama berbagai mitra dari pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, serta masyarakat, Cita Sehat terus menghadirkan program kesehatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.


