Karawang, 23 Februari 2025 – Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Sayangnya, banyak masyarakat baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul keluhan atau komplikasi.
Sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini penyakit, Cita Sehat bersama Rumah Zakat menyelenggarakan Layanan Kesehatan Gratis bagi masyarakat di Jl. Muara Baru RT 01/01, Dusun Akur, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Sebanyak 152 penerima manfaat mengikuti layanan kesehatan yang menghadirkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, konsultasi dokter, pemeriksaan metabolik, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis.
Pemeriksaan Sejak Dini Penting untuk Mencegah Penyakit Semakin Parah
Penyakit seperti hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Jika tidak terdeteksi sejak dini, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.
Melalui layanan kesehatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengobatan, tetapi juga kesempatan mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga dapat segera melakukan perubahan gaya hidup maupun mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Layanan Kesehatan Terintegrasi dari Registrasi hingga Konsultasi Dokter

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan registrasi peserta. Setelah melakukan pendataan identitas, setiap warga menjalani penimbangan berat badan dan pemeriksaan tekanan darah oleh tenaga kesehatan.
Selanjutnya peserta memperoleh pemeriksaan metabolik meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan membantu mendeteksi faktor risiko penyakit kronis yang sering tidak disadari masyarakat.
Setelah seluruh pemeriksaan selesai, peserta berkonsultasi langsung dengan dokter umum mengenai hasil pemeriksaan maupun keluhan kesehatan yang dirasakan. Apabila diperlukan terapi, dokter memberikan resep yang kemudian disiapkan oleh apoteker disertai edukasi mengenai cara penggunaan obat yang benar.
Dengan alur pelayanan yang terintegrasi, masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif dalam satu kunjungan.
Hipertensi Menjadi Diagnosis Terbanyak

Berdasarkan hasil pelayanan kesehatan terhadap 152 peserta, ditemukan beberapa masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat.
Urutan diagnosis terbanyak meliputi:
- Hipertensi: 62 orang
- Gangguan lambung (dispepsia): 28 orang
- Kolesterol tinggi: 28 orang
- Nyeri otot (myalgia): 23 orang
- Osteoarthritis (pengapuran sendi): 19 orang
- Sakit kepala: 13 orang
- Radang sendi (arthritis): 11 orang
- Cephalgia atau nyeri kepala: 10 orang
- Diabetes melitus: 9 orang
- Asam urat: 6 orang
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar keluhan masyarakat berkaitan dengan penyakit tidak menular yang erat kaitannya dengan pola makan, aktivitas fisik, pertambahan usia, dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga menjangkau warga yang memiliki keterbatasan mobilitas melalui pendekatan layanan kesehatan yang inklusif sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Mayoritas Penerima Manfaat adalah Lansia

Data penerima manfaat menunjukkan bahwa 84 (55.3%) peserta atau lebih dari separuh penerima manfaat merupakan kelompok lansia. Selain itu terdapat 52 (34.2%) perempuan dewasa, 13 (8.4%) laki-laki dewasa, 2 (1.3%) balita, dan 1 (0.7%) anak.
Komposisi ini memperlihatkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan preventif dan kuratif masih sangat tinggi pada kelompok usia lanjut yang lebih rentan mengalami penyakit kronis.
Selama kegiatan berlangsung, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada 147 peserta, pemeriksaan metabolik kepada 88 peserta, serta menyalurkan bantuan sembako kepada 146 penerima manfaat sebagai dukungan terhadap kesehatan keluarga.
Komitmen Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

Program Layanan Kesehatan merupakan bagian dari komitmen Cita Sehat bersama Rumah Zakat dalam menghadirkan layanan kesehatan kuratif yang mudah diakses masyarakat, terutama bagi kelompok yang memiliki keterbatasan akses pelayanan medis.
Melalui dukungan para donatur, layanan ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan penyakit.
Karena menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit, tetapi dimulai dengan mengenali kondisi tubuh sejak dini agar kualitas hidup tetap terjaga.


