Upaya bersama membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dimulai dari pemenuhan gizi sejak usia balita
Nuha, Luwu Timur — Investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari memastikan setiap anak memperoleh gizi yang cukup pada masa pertumbuhan. Berangkat dari semangat tersebut, PT Astra International Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kesehatan bersama Cita Sehat melaksanakan Program Pengentasan Balita Underweight di wilayah kerja Puskesmas Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Program yang berlangsung sejak 22 Februari hingga 6 Mei 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak Indonesia. Sebanyak 50 balita yang teridentifikasi mengalami status gizi kurang mendapatkan pendampingan intensif selama 56 hari (8 minggu) melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, hingga pemberdayaan masyarakat.
Memastikan Setiap Balita Mendapatkan Asupan Gizi yang Tepat
Permasalahan gizi pada balita tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, intervensi tidak cukup hanya memberikan makanan tambahan, melainkan juga membangun kebiasaan dan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi.
Selama delapan minggu pelaksanaan program, tim Cita Sehat mendistribusikan 3.000 Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 50 balita sasaran.
Setiap menu yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan gizi balita dengan pendampingan tenaga ahli, yaitu Desiana Rissing, S.K.M, Nutrisionis Puskesmas Nuha, serta Yuni Fitriani Natsir, S.T, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sorowako.
Untuk menjaga kualitas intervensi, dilakukan pemantauan harian melalui dokumentasi daftar menu serta foto makanan yang dikonsumsi balita. Pendekatan ini memastikan setiap anak memperoleh asupan yang sesuai sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas pelaksanaan program.

Hasilnya menunjukkan dampak yang menggembirakan. Setelah menjalani pendampingan selama 56 hari, 40% balita sasaran mengalami peningkatan status gizi, menjadi bukti bahwa intervensi yang tepat, terukur, dan berkelanjutan mampu memberikan perubahan nyata.
Orang Tua Menjadi Kunci Perubahan

Keberhasilan pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada bantuan yang diberikan, tetapi juga pada pengetahuan dan praktik orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, setiap orang tua balita mendapatkan pendampingan gizi secara langsung oleh bidan, disertai edukasi mengenai pola makan sehat, kebutuhan gizi anak, hingga praktik pemberian makanan sesuai usia.
Untuk mengukur efektivitas edukasi, dilakukan pre-test dan post-test kepada seluruh peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan 94% pengetahuan orang tua mengenai gizi balita mengalami peningkatan, memperlihatkan bahwa edukasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Nutrition Awareness Forum: Menguatkan Literasi Gizi Masyarakat

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, program ini juga menghadirkan Nutrition Awareness Forum (NAF), sebuah rangkaian edukasi yang membahas isu gizi secara komprehensif berdasarkan siklus kehidupan.
Pada pertemuan pertama, peserta memperoleh materi “Mengenal Konsep Gizi dalam Kesehatan Masyarakat” yang disampaikan oleh Kanaang M. P., S.K.M., M.K.M, Nutritionist Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur.
Pertemuan kedua membahas Status Gizi Anak bersama Desiana Rissing, S.K.M serta materi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disampaikan oleh Misbawaty Susy Sauardy, S.Psi, Koordinator Penyuluh KB Nuha.
Sementara itu, pertemuan ketiga menghadirkan sesi praktik melalui Workshop Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal yang dipandu oleh Yuni Fitriani Natsir, S.T, Ketua AIMI Sorowako.
Workshop ini mengangkat potensi pangan lokal Luwu Timur, khususnya ikan nila dari Danau Matano, sebagai bahan utama pembuatan menu bergizi untuk balita. Salah satu hasil kreasi peserta adalah nugget ikan nila, yang menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi makanan sehat, bergizi, sekaligus disukai anak-anak.
Melalui pendekatan edukasi yang aplikatif, masyarakat diajak memahami bahwa pemenuhan gizi tidak selalu bergantung pada bahan pangan mahal, tetapi dapat memanfaatkan sumber pangan lokal yang mudah dijangkau.

Evaluasi program menunjukkan hasil yang positif. Pengetahuan masyarakat terkait konsep gizi meningkat sebesar 63%, sementara pemahaman mengenai status gizi anak dan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan meningkat hingga 90%.
Kolaborasi untuk Generasi Indonesia yang Lebih Sehat
Program Pengentasan Balita Underweight menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak yang nyata.
Melalui dukungan PT Astra International Tbk bersama Cita Sehat, intervensi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan berat badan balita, tetapi juga memperkuat kapasitas keluarga dan masyarakat agar mampu menjaga status gizi anak secara mandiri di masa mendatang.
Pendekatan yang menggabungkan intervensi gizi, edukasi keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, serta pemanfaatan pangan lokal diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia dalam upaya menurunkan angka gizi kurang pada balita.
Membangun generasi sehat bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari ini, melainkan memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh optimal untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
Tentang Cita Sehat
Cita Sehat merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Bersama berbagai mitra dari pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, serta masyarakat, Cita Sehat terus menghadirkan program kesehatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.


