Nuha, Luwu Timur — Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas merupakan hak setiap warga negara. Namun, bagi sebagian masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan, memperoleh pelayanan yang cepat, dekat, dan memadai masih menjadi tantangan. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Astra International Tbk bersama Cita Sehat menghadirkan Program Percepatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di wilayah kerja Puskesmas Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Program yang berlangsung selama periode Mei 2025 hingga Mei 2026 ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer yang dicanangkan pemerintah. Melalui pendekatan yang menyeluruh, program tidak hanya berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, tetapi juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan.

Menjawab Tantangan Akses Layanan Kesehatan
Sehat bukan hanya terbebas dari penyakit, tetapi juga kondisi ketika fungsi fisik, mental, dan sosial seseorang dapat berjalan secara optimal. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan, baik karena keterbatasan fasilitas, jarak, maupun kondisi ekonomi.
Melalui Program Percepatan ILP, Astra dan Cita Sehat berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, lebih terintegrasi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan transformasi sistem kesehatan nasional yang menempatkan layanan primer sebagai garda terdepan dalam upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.
Revitalisasi Pustu Menjadi Langkah Awal Transformasi

kondisi Pustu sebelum revitalisasi

kondisi Pustu setelah revitalisasi
Rangkaian program diawali dengan proses asesmen dan koordinasi bersama Puskesmas Nuha untuk menentukan fasilitas kesehatan yang membutuhkan penguatan. Dari hasil tersebut, Puskesmas Pembantu (Pustu) Nikel dipilih sebagai lokasi revitalisasi.
Perbaikan tidak hanya dilakukan pada bangunan fisik agar lebih nyaman dan aman bagi masyarakat, tetapi juga melalui pemenuhan berbagai alat kesehatan sesuai kebutuhan setiap klaster Integrasi Layanan Kesehatan Primer. Kehadiran sarana yang lebih representatif diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Hasilnya menunjukkan dampak yang positif. Setelah revitalisasi dilakukan, kunjungan pelayanan di Pustu meningkat hingga 63,33 persen, menunjukkan bahwa masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di wilayahnya.
Menguatkan Kapasitas Kader sebagai Garda Terdepan

Keberhasilan layanan kesehatan primer tidak hanya bergantung pada fasilitas yang memadai, tetapi juga pada sumber daya manusia yang mendampingi masyarakat secara langsung.
Karena itu, program ini juga menghadirkan Pelatihan 25 Kompetensi Kader, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, pendampingan keluarga, hingga mendukung implementasi Integrasi Layanan Kesehatan Primer di tingkat masyarakat.
Pelatihan tersebut diperkuat melalui program Kader Asuh, sehingga kader memperoleh pendampingan berkelanjutan dalam menerapkan kompetensi yang telah dipelajari. Dengan demikian, kader tidak hanya menjadi penyampai informasi kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku hidup sehat di lingkungan masing-masing.
Mendekatkan Pelayanan hingga ke Rumah Masyarakat
Sebagai bagian dari implementasi ILP, program juga melaksanakan Kunjungan Rumah ILP untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk lansia, ibu hamil, bayi, balita, maupun masyarakat dengan risiko penyakit tertentu.
Pendekatan ini memungkinkan tenaga kesehatan bersama kader melakukan pemantauan kesehatan secara lebih aktif, memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan tanpa harus menunggu kondisi kesehatannya memburuk.
Selain itu, dilakukan pula Audiensi Keberlanjutan ILP bersama para pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun komitmen bersama agar berbagai inovasi yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan setelah program berakhir.
Membangun Sistem Kesehatan yang Lebih Berkelanjutan
Program Percepatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, fasilitas kesehatan, kader, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat.
Melalui kolaborasi antara PT Astra International Tbk dan Cita Sehat, transformasi layanan kesehatan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui investasi pada manusia, penguatan kapasitas kader, serta penguatan tata kelola layanan kesehatan primer.
Harapannya, model kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga setiap masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih sehat.
Tentang Cita Sehat
Cita Sehat merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Bersama berbagai mitra dari pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, serta masyarakat, Cita Sehat terus menghadirkan program kesehatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.


