Jakarta, Juni 2026 – Gaya hidup kurang aktif menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Menyadari pentingnya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, Cita Sehat Foundation melalui program Kampung Seraya Cita Sehat menyelenggarakan kegiatan Senam Sehat dan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) secara serentak di tujuh wilayah dampingan sepanjang Juni 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Samarinda (21 Juni), Gorontalo (19 Juni), Banyumas (21 Juni), Padang (21 Juni), Sumedang (11 Juni), Sambas (14 Juni), dan Bima (14 Juni) dengan melibatkan sekitar 350 peserta.
Mendorong Gaya Hidup Aktif sebagai Bentuk Pencegahan Penyakit
Mengusung semangat “Sehat Raga, Jiwa, dan Berdaya”, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan senam sehat bersama yang dipandu oleh instruktur. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan di seluruh lokasi.
Selain menjadi sarana olahraga bersama, kegiatan ini juga mengajak masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari untuk menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular.


Skrining PTM untuk Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Kronis
Usai mengikuti senam, peserta menjalani skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai upaya mendeteksi faktor risiko penyakit kronis sejak dini. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting karena banyak penyakit tidak menular berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal.
Melalui skrining kesehatan, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup maupun mendapatkan penanganan medis sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Skrining di Samarinda dari total 50 peserta ditemukan beberapa faktor risiko metabolik yang perlu ditindaklanjuti, yaitu: 5 orang dengan kadar Glukosa Puasa tinggi, serta 24 orang dengan masalah Kolesterol (17 orang kategori batas tinggi dan 7 orang kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting agar faktor risiko penyakit tidak menular dapat segera ditindaklanjuti melalui perubahan pola hidup maupun pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Hasil skrining PTM di Banyumas menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki kondisi metabolik yang baik, namun masih ditemukan sejumlah faktor risiko yang perlu menjadi perhatian. Dari pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 3 orang terdeteksi memiliki gula darah tinggi, 14 orang mengalami asam urat tinggi, serta 9 orang memiliki kadar kolesterol pada kategori batas tinggi hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini agar penyakit tidak menular dapat dicegah dan ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Sementara itu, hasil skrining di Gorontalo dari total 50 peserta memperlihatkan bahwa faktor risiko metabolik yang perlu ditindaklanjuti, yaitu: 10 orang dengan kadar Glukosa Acak tinggi, serta 11 orang dengan masalah Kolesterol (9 orang kategori batas tinggi dan 3 orang kategori tinggi). Melalui temuan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga aktivitas fisik, pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Edukasi Kesehatan untuk Membangun Kebiasaan Hidup Sehat
Tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, pola makan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui pendekatan promotif dan preventif, masyarakat diharapkan mampu mengenali faktor risiko penyakit tidak menular sekaligus menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen Cita Sehat Membangun Kampung yang Sehat, Jiwa yang Kuat, dan Masyarakat yang Berdaya
Senam Sehat dan Skrining PTM merupakan bagian dari komitmen Cita Sehat dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui Kampung Seraya Cita Sehat.
Dengan dukungan para donor dan mitra, program ini tidak hanya memberikan akses terhadap pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan di desa binaan.
Cita Sehat percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Melalui olahraga rutin, edukasi kesehatan, dan deteksi dini penyakit, masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, serta terhindar dari risiko penyakit kronis di masa depan.
Tentang Kampung Seraya
Kampung Seraya merupakan wilayah binaan Cita Sehat yang berfokus dalam pemberdayaan Kesehatan Mayarakat, meliputi berbagai rangkaian upaya kesehatan masyarakat dimulai dari Preventif, Promotif, Kuratif hingga Rehabilitatif.
Kampung seraya menjadi sarana pengembangan dan implementasi program Cita Sehat secara holistik. Dalam pembinaannya, Kampung Seraya memiliki 2 fokus yaitu Kesehatan Fisik atau yang disebut dengan Wilayah Raga, dan Kesehatan Mental atau yang disebut dengan Wilayah Jiwa.


