Jakarta — Penguatan sistem diagnostik menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif terhadap berbagai tantangan kesehatan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Asia Pacific Diagnostic Leadership Summit yang diselenggarakan pada 31 Agustus 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.
Pertemuan yang mempertemukan para pemangku kepentingan kesehatan dari kawasan Asia Pasifik tersebut menjadi momentum peluncuran Penilaian Lanskap dan Blueprint Kebijakan Diagnostik APEC, sekaligus membuka ruang dialog mengenai implementasi rekomendasi untuk memperkuat sistem diagnostik di kawasan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh APAC Diagnostics Coalition (APDC) dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dihadiri oleh para ahli serta pemangku kepentingan kesehatan dari kawasan Asia Pasifik.
Diagnostik sebagai Pilar Sistem Kesehatan yang Tangguh
APDC merupakan inisiatif multi-pemangku kepentingan regional yang mempertemukan sektor industri, pemerintah, dan mitra teknis untuk mendukung negara-negara di Asia Pasifik dalam memperkuat diagnostik sebagai salah satu pilar inti sistem kesehatan yang tangguh.
Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya menyoroti pentingnya ketersediaan teknologi dan layanan diagnostik, tetapi juga bagaimana sistem diagnostik dapat diperkuat melalui kebijakan, pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor.
Indonesia menjadi salah satu perhatian dalam agenda tersebut karena dapat menjadi studi kasus dalam penerapan usulan kebijakan optimalisasi sistem diagnostik yang dirancang melalui APEC Health Working Group.
Pendekatan tersebut menjadi penting terutama dalam menghadapi penyakit tidak menular (PTM), yang membutuhkan deteksi, diagnosis, pengelolaan, serta pemantauan yang berkelanjutan.
Mengubah Pembiayaan PTM Menjadi Investasi Kesehatan
Salah satu pembahasan dalam pertemuan menyoroti pentingnya optimalisasi kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, lembaga pembangunan, dan sektor swasta untuk memperkuat sistem diagnostik di Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan perspektif terhadap pembiayaan penyakit tidak menular. Penanganan PTM tidak semestinya hanya dipandang sebagai pusat biaya yang terfragmentasi, tetapi sebagai bagian dari investasi strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan.
Penguatan diagnostik dapat berperan sejak tahap deteksi dini hingga pengelolaan penyakit. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, data dan hasil diagnostik dapat menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan yang lebih tepat serta mendukung pengambilan keputusan berbasis kebutuhan masyarakat.
Cita Sehat Dukung Penguatan Diagnostik PTM di Indonesia

Sebagai organisasi nonpemerintah yang berfokus pada permasalahan kesehatan di Indonesia, Cita Sehat turut menjadi bagian dalam forum tersebut dan mendukung upaya penguatan sistem diagnostik, khususnya dalam penanganan non-communicable disease (NCD) atau penyakit tidak menular di Indonesia.
Keterlibatan Cita Sehat dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kolaborasi dan perspektif dalam menghadirkan solusi kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan deteksi dini.
Bagi Cita Sehat, penguatan sistem kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, lembaga kesehatan, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga mitra pembangunan memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Forum Asia Pacific Diagnostic Leadership Summit juga menunjukkan bahwa tantangan kesehatan di kawasan Asia Pasifik membutuhkan pendekatan bersama. Penguatan diagnostik menjadi salah satu fondasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih siap menghadapi beban penyakit, termasuk meningkatnya tantangan penyakit tidak menular.
Melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di tingkat regional, Cita Sehat terus mendukung upaya membangun ekosistem kesehatan yang lebih kuat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Cita Sehat percaya bahwa sistem kesehatan yang kuat dimulai dari kemampuan untuk mengenali masalah kesehatan lebih dini, mengambil keputusan berbasis data, dan memastikan masyarakat memperoleh intervensi yang tepat.


