
Bukan Cuma Orang Tua Penyakit Tidak Menular Kini Mengintai Siapa Saja
Pernah dengar tentang Penyakit Tidak Menular (PTM)? Belakangan ini, PTM menjadi perhatian besar, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Mengapa? Karena penyakit-penyakit ini kini sudah melampaui penyakit menular sebagai penyebab utama gangguan kesehatan.
Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan bahwa 41 juta orang meninggal setiap tahun akibat PTM, atau sekitar 71% dari seluruh kematian global. Di Indonesia sendiri, terjadi pergeseran besar: tahun 1990, penyakit menular masih mendominasi, tetapi tahun 2017 69,9% penyakit terbanyak adalah PTM.
Dengan kata lain, banyak orang merasa sehat, tetapi sebenarnya membawa risiko yang tidak disadari.
Apa Itu Penyakit Tidak Menular (PTM)?
PTM adalah penyakit yang tidak menular dan tidak disebabkan oleh virus, bakteri, atau vektor. Sebaliknya, PTM umumnya muncul akibat pola hidup dan kebiasaan sehari-hari, seperti makanan tinggi gula-lemak, kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol, hingga stres.
Saat ini, sekitar 73% kematian di Indonesia disebabkan oleh PTM. Artinya, penyakit-penyakit yang sering dianggap “tidak bahaya” justru menjadi ancaman terbesar.
Jenis PTM yang Sering Mengancam
Beberapa PTM berikut perlu diwaspadai karena muncul secara diam-diam dan berdampak besar:
1. Stroke
Terjadi saat aliran darah ke otak terhenti karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Ibarat listrik ke otak yang tiba-tiba padam, sel-sel otak bisa rusak hanya dalam hitungan menit.
2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala. Jika dibiarkan, hipertensi dapat memicu stroke, serangan jantung, gagal ginjal, atau gangguan penglihatan.
3. Penyakit Jantung Koroner
Terjadi ketika pembuluh darah koroner menyempit atau tersumbat. Secara global, penyakit jantung dan pembuluh darah menyumbang 35% kematian akibat PTM.
4. Diabetes Melitus
Gangguan metabolik ketika tubuh tidak memproduksi atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, gula menumpuk dalam darah dan merusak organ tubuh.
5. Kanker
Meliputi kanker payudara, kanker leher rahim, dan lainnya. Kanker menyumbang sekitar 12% kematian akibat PTM.
- Penyakit Pernapasan Kronis
Termasuk Asma dan PPOK, yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas.
Cara Ampuh Cegah PTM: Terapkan Pola Hidup CERDIK
Kabar baiknya, PTM bisa dicegah dan dikendalikan. Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk menjalankan perilaku CERDIK, yaitu:
C – Cek kesehatan secara berkala
Jangan tunggu sakit. Periksa tekanan darah, gula darah, dan Indeks Massa Tubuh secara rutin.
E – Enyahkan asap rokok
Baik perokok aktif maupun pasif, keduanya berisiko tinggi terkena PTM.
R – Rajin aktivitas fisik
Lakukan minimal 30 menit sehari. Jalan cepat, bersepeda, atau senam ringan sudah sangat membantu.
D – Diet sehat dengan gizi seimbang
Perbanyak buah dan sayur. Batasi gula, garam, dan lemak. Idealnya konsumsi minyak maksimal 5 sendok makan per hari.
I – Istirahat cukup
Tidur 7–8 jam membantu memulihkan tubuh dan mengurangi stres.
K – Kendalikan stres
Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan.
Tips Tambahan untuk Anda atau Keluarga yang Sudah Terdiagnosis PTM
Jika sudah memiliki PTM, fokus utama adalah mengendalikan penyakit, antara lain dengan:
- rutin minum obat sesuai anjuran dokter,
- menjalankan pola makan yang tepat,
- melakukan aktivitas fisik yang aman,
- kontrol rutin ke fasilitas kesehatan,
- menghindari paparan zat berbahaya seperti bahan karsinogenik.
Ingat, PTM bukan akhir segalanya. Pengendalian yang baik dapat membuat kualitas hidup tetap optimal.
Mulai Hari Ini, Pilih Satu Langkah Sehat
✅ Anda tidak perlu mengubah semuanya sekaligus.
✅ Mulai saja dari satu kebiasaan kecil—cek tekanan darah, kurangi minuman manis, atau tambah 10 menit jalan kaki.
Jangan tunggu gejalanya muncul. PTM bisa dicegah dengan langkah sederhana yang Anda mulai hari ini.

