SDGs atau Sustainability Development Goals adalah sebuah seruan universal untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan bahwa pada tahun 2030 semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran. Seruan ini terwujud dalam 17 tujuan saling terkait yang dirancang sebagai “blueprint bersama” yang ditetapkan 25 September 2015 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pembangunan seluruh sektor dalam SDGs sangat tergantung kepada peran aktif seluruh pemangku kepentingan. Yaitu pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, media massa, lembaga sosial kemasyarakatan, organisasi profesi dan akademisi. Kolaborasi lima pihak ini sering kita sebut sebagai pentahelix.

Cita Sehat mengambil peran sebagai lembaga sosial kemasyarakatan yang aktif berkolaborasi dengan banyak pihak dalam implementasi program kesehatan untuk pencapaian SDGs.

Cita Sehat berperan serta dalam SDGs 2 yaitu Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. CSF juga ikut berkontribusi dalam SDGs 3 “Menjamin Kehidupan yang Sehat dan Meningkatkan Kesejahteraan Seluruh Penduduk Semua Usia”.

Beberapa aktivitas program CSF yang ikut andil dalam SDGs di Indonesia adalah Klinik Pratama, Sahabat Lansia, dan TAS Bergizi (Turunkan Angka Stunting dengan makanan bergizi).

Klinik Pratama

CSF mengelola klinik pratama yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dan juga bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan melalui program bantuan kesehatan kuratif. Klinik Pratama Cita Sehat menyediakan fasilitas kesehatan dasar seperti Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), dan persalinan di Klinik Surabaya. Untuk saat ini Klinik Pratama Cita Sehat hadir di Jakarta Timur, Semarang, Pekanbaru, Yogyakarta, Surabaya dan serta klinik mitra di Medan.

Klinik Cita Sehat tidak hanya memberikan pelayanan medis tetapi juga edukasi kesehatan sebagai salah satu upaya promotif kepada para pasien dan juga masyarakat kurang mampu di sekitar klinik. Melalui program ini kami turut andil dalam SDGs 2 yaitu penurunan angka kematian ibu serta penurunan angka kematian bayi.

 

Sahabat Lansia

Program ini fokus pada pencegahan non communicable diseases dan upaya promotive dengan pemberian edukasi kesehatan serta pemberian makanan bergizi kepada warga lanjut usia dengan status ekonomi menengah ke bawah. Meskipun nama programnya “Sahabat Lansia”, program ini juga menyasar kelompok usia middle age menurut WHO. Menurut WHO, ada empat tahapan/batasan usia yaitu:

  1. Usia pertengahan (middle age) usia 45-59 tahun
  2. Lanjut usia (elderly) usia 60-74 tahun
  3. Lanjut usia tua (old) usia 75-90 tahun
  4. Usia sangat tua (very old) usia > 90 tahun.

Program ini akan berkontribusi pada SDGs 2 yaitu memenuhi kebutuhan gizi manula.

 

TAS Bergizi atau Turunkan Angka Stunting Dengan Makanan Bergizi

Stunting dan wasting masih menjadi masalah besar di Indonesia hingga tataran global. Karena itu Cita Sehat akan terus menjadikan stunting dan wasting sebagai salah satu program utama dalam kegiatan organisasi.

Program ini akan fokus pada kegiatan promotif yaitu berupa pemberian edukasi pentingnya makanan bergizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Sedangkan kegiatan preventif diimplementasikan dengan pemberian makanan bergizi bagi balita BGK (bawah garis kuning) dan intervensi lebih intensif bagi Balita BGM (bawah garis merah) pada penimbangan di posyandu.

Program ini berkontribusi pada SDGs 2 yaitu pada tahun 2030 mengakhiri segala bentuk malnutrisi, yaitu stunting dan wasting pada anak di bawah usia 5 tahun.

 

Susilowati – Cita Sehat Foundation