Pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan fondasi utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat untuk mencetak generasi muda Indonesia yang berkualitas. Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan edukasi yang terstruktur, aman, dan menyeluruh, Cita Sehat bekerja sama dengan Kimberly-Clark Softex telah sukses menyelenggarakan Program Care for Teens sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan evaluasi dampak terbaru, intervensi edukasi terstruktur ini terbukti secara signifikan meningkatkan pemahaman dan literasi kesehatan reproduksi di kalangan siswa-siswi sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Jangkauan Program dan Intervensi Komprehensif
Program Care for Teens diselenggarakan di 20 sekolah yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia, meliputi Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Barat Daya. Program ini merangkul 2.500 siswa-siswi dengan tingkat partisipasi mencapai 100%.
Untuk memberikan perlindungan dan pemahaman yang holistik, program ini menghadirkan lima pilar kegiatan intervensi:
- Edukasi Kesehatan Reproduksi & Assessment Pengetahuan: Diikuti oleh seluruh 2.500 siswa/i (100% capaian target).
- Praktik Pemasangan Pembalut: Melibatkan 1.500 siswi guna meningkatkan pemahaman dan praktik hygiene menstruasi yang tepat (100% capaian target).
- Distribusi Tablet Tambah Darah (TTD): Mencapai 70% dari target 1.500 siswi guna mendukung pencegahan anemia pada remaja putri.
- Skrining Kesehatan Mental (Mental Health): Menggunakan instrumen Mini MindHEAR Youth Scale kepada seluruh 2.500 siswa/i (100% capaian target) untuk mengidentifikasi secara dini indikasi ansietas dan depresi pada remaja.
- Dukungan Nutrisi: Pembagian snack sehat kepada seluruh 2.500 peserta (100% capaian target).
Temuan Evaluasi: Peningkatan Signifikan Literasi Remaja
Evaluasi program dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode one group pre-test post-test design terhadap 2.500 peserta. Hasil pengukuran kuesioner menunjukkan perubahan positif yang nyata pada tingkat pengetahuan peserta:
- Proporsi Pengetahuan Baik Melonjak: Kelompok peserta dengan kategori pengetahuan Baik meningkat signifikan dari 66% (1.659 siswa) pada pre-test menjadi 82% (2.055 siswa) pada post-test.
- Penurunan Kategori Cukup dan Kurang: Kategori pengetahuan Cukup menurun dari 28% (701 siswa) menjadi 15% (365 siswa), sedangkan kategori Kurang berkurang separuhnya dari 6% (140 siswa) menjadi 3% (80 siswa).
- Peningkatan Individu: Sebanyak 56% peserta (1.394 siswa) mencatatkan kenaikan skor pengetahuan secara langsung, 32% (791 siswa) bertahan di tingkat pengetahuan tetap, dan 13% (315 siswa) mengalami penurunan skor.
- Pertumbuhan Skor di Seluruh Sekolah Mitra: Kenaikan nilai rata-rata post-test tercatat di seluruh sekolah yang dievaluasi. Lonjakan tertinggi terjadi di SMPN 1 Tiworo Selatan (skor rata-rata naik dari 7 menjadi 10), diikuti oleh sekolah mitra lainnya seperti SMPN 1 Bolo (8 ke 10), SMPN 1 Marga Bali (9 ke 10), SMPN 32 Makassar (7 ke 9), SMPN 10 Padang (8 ke 9), MTs Limau Manis (8 ke 9), SMP Islam Telukjambe (8 ke 9), dan SMP Satap Deranitan (7 ke 9).
Pandangan dan Analisis Lembaga
Tantangan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia membutuhkan penanganan yang mendesak. Berdasarkan data BPS Susenas (2022), populasi pemuda Indonesia mencapai 65,82 juta jiwa atau hampir seperempat total penduduk. Sementara itu, data WHO (2024) mencatat risiko yang mengintai remaja seperti infeksi menular seksual (IMS), kehamilan tidak direncanakan, dan terbatasnya akses informasi medis yang ramah remaja.
Cita Sehat menilai bahwa efektivitas Program Care for Teens ditopang oleh mekanisme edukasi yang teruji secara teoritis:
- Teori Belajar Kognitif (Piaget): Informasi baru mengenai kesehatan reproduksi diproses secara aktif oleh peserta melalui mekanisme asimilasi dan akomodasi, sehingga membentuk pemahaman baru yang lebih tepat.
- Health Belief Model (HBM): Pembekalan materi membantu remaja memahami kerentanan (perceived susceptibility) dan keparahan risiko (perceived severity), sekaligus menyadari manfaat nyata (perceived benefits) dari penerapan gaya hidup sehat.
Mengenai adanya 32% peserta dengan nilai tetap dan 13% yang mengalami penurunan skor, analisis lembaga menunjukkan bahwa dinamika ini dipengaruhi oleh faktor latar belakang pengalaman, konsentrasi peserta, motivasi, serta variasi informasi yang didapat dari lingkungan keluarga, sekolah, dan media sosial.
Rekomendasi Strategis dan Komitmen Berkelanjutan
Guna mengoptimalkan dampak keberlanjutan dari edukasi kesehatan reproduksi ini, Cita Sehat merumuskan beberapa langkah rekomendasi utama:
- Pengembangan Modul Psikologis: Memperluas materi edukasi agar tidak hanya mencakup anatomi fisik, namun juga menyediakan ruang diskusi kelompok untuk memfasilitasi keresahan psikologis remaja.
- Pembentukan Peer Educator (Pendidik Sebaya): Melatih perwakilan siswa-siswi menjadi pendidik sebaya agar informasi kesehatan reproduksi dapat tersalurkan secara lebih fleksibel dan relevan dalam pergaulan remaja.
- Penguatan Sinergi Lintas Sektor: Mendorong sekolah untuk mengintegrasikan materi kesehatan reproduksi ke dalam kegiatan rutin sekolah dengan melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan.
- Pemanfaatan Media Digital Interaktif: Mengembangkan saluran edukasi berbasis media digital dan interaktif yang sesuai dengan preferensi komunikasi generasi muda saat ini.
Cita Sehat berkomitmen untuk terus mengembangkan program promotif dan preventif secara berkesinambungan demi terwujudnya generasi muda Indonesia yang sehat, berdaya, dan berliterasi tinggi.

Tentang Cita Sehat
Cita Sehat merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada pembangunan kesehatan masyarakat, pemberdayaan layanan kesehatan preventif-promotif, serta peningkatan literasi kesehatan anak dan remaja di seluruh Indonesia.
sumber : https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/download/65703/40356/240269
Mari Berkolaborasi dengan Cita Sehat !


